Helo Indonesia

Tenggelam di Sungai Comal, Pria Tunanetra Ditemukan Tewas

Selasa, 4 Maret 2025 21:16
    Bagikan  
Tenggelam di Sungai Comal, Pria Tunanetra Ditemukan Tewas

Tim Basarnas saat mengevakuasi jenazah pria tunanetra yang meninggal karena hanyut di Sungai Comal. Foto: basarnas smg

PEMALANG, HELOINDONESIA.COM - Seorang pria tunanetra bernama Wiryono (44) ditemukan tewas akibat tenggelam di Sungai Comal, Pemalang, Jawa Tengah, Selasa 4 Maret 2025.

Kepala Kantor Basarnas Semarang Budiono menjelaskan, berdasarkan keterangan para saksi, pada hari Minggu 2 Maret 2025, sekitar pukul 08.00 WIB, korban terlihat tengah pergi ke arah sungai.

''Tidak ada yang mengetahui pasti kejadiannya namun ada saksi yang melihat jika korban sudah berada di tengah sungai dan berusaha minta tolong dengan melambaikan tangan, posisi hanyut dan sebagian tubuh tenggelam cuma kelihatan kepala dan tangan,” ungkap Budiono, dalam keterangannya Selasa 4 Maret 2025.

Baca juga: Bupati Kendal Salurkan 90 Ton Beras kepada Warga Terdampak Banjir

Budiono meerangkan, pihaknya setelah menerima laporan pada hari Minggu pukul 12.00 WIB langsung mengirim tim dari Unit Siaga Basarnas Pemalang dan tiba di area kejadian pada pukul 13.11 WIB dengan dibekali peralatan rescue air yang lengkap. Pencarian dilakukan dengan penyisiran sejauh 2 km namun belum membuahkan hasil.

Pada pencarian di hari kedua atau Senin, tim SAR gabungan dibagi menjadi dua SRU; masing-masing memiliki tugas untuk melakukan penyusuran sejauh 4 km di area kanan atau kiri sungai.

Pencarian ini dilakukan dengan menggunakan perahu karet ke arah utara dari lokasi kejadian. Terhitung hingga pukul 17.00 WIB, keberadaan korban masih belum ditemukan. Proses pencarian korban dilanjutkan di hari berikutnya.

“Salah satu hambatan dalam proses pencarian adalah area pencarian yang luas dan arus yang deras,” ujar Budiono.

Baca juga: Karoseri di Semarang Ini Mampu Ubah Tampilan Truk Towing Terlihat Estetik dan Elegan

Pada Selasa 4 Maret 2025, operasi berlanjut dengan perluasan area pencarian. Kini masing-masing dari kedua SRU memiliki tugas untuk menyusuri sungai sejauh 6 km. Pada pukul 12.00 WIB, akhirnya tim SAR gabungan berhasil menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia di area sejauh 16 km dari lokasi kejadian.

“Selanjutnya korban segera dibawa ke rumah duka. Dengan telah dievakuasinya korban maka operasi SAR gabungan secara resmi ditutup dan unsur SAR yang kembali ke satuannya masing-masing,” imbuh Budiono. (Aji)