SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Mengakhiri pelaksanaan ibadah shalat tarawih bulan Ramadan 1446 Hijriah/2025, Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) menggelar acara makan nasi tumpeng bersama para jemaah yang hadir.
Sebanyak 35 tumpeng dengan menu gudangan, ingkung daging ayam, tahu, tempe, dan ikan asin dinikmati ratusan jemaah pria dan wanita yang tampak bergembira lesehan di plasa MAJT di Jalan Gajah Raya Semarang seusai melaksanakan shalat tarawih, Sabtu malam 29 Maret 2025.
Baca juga: Putri Bupati Kendal Nattaya: Pasar Kembang Bangkitkan Perekonomian di Pasar Weleri
Hadir dalam kegiatan itu Ketua PP MAJT Prof Dr KH Noor Achmad MA, Sekretaris PP MAJT Drs KH Muhyiddin MAg, Ketua Panitia Ramadhan MAJT, Prof Dr KH Ahmad Izzuddin MAg, KH Hanif Ismail, KH Duri Ashari dan lainnya.
Shalat tarawih terakhir bulan Ramadan 1446 Hijriah dengan imam KH Ulil Abshor Alhafidz merampungkan juz ke 30 Al-Qur'an.
Seperti diketahui pelaksanaan sholat tarawih di MAJT setiap hari merampung 1 juz Al-Qur'an, sehingga diakhir Ramadhan khatam 30 juz Al-Qur'an.
Ketua Pengelola Pelaksana (PP) MAJT, Prof KH Noor Achmad mengucapkan terima kasih kepada jamaah yang istiqomah selalui mengikuti sholat tarwaih setiap malam satu juz, serta mendoakan mendapatkan Laitul Qodar.
“Syukuran khataman dengan tumpengan merupakan tradisi kita setelah melaksanakan sholat tarawih setiap malam satu juz Alquran, malam terakhir juz ke-30 sehingga khatam Al-Qur'an,” katanya.
Kegiatan shalat tarawih setiap malam satu juz di MAJT selalui ramai diikuti ratuan jemaah, bahkan jumlah jamaah ibu-ibu dan bapak-bapak sudah imbang.
“Alhamdulillah pelaksanaan shalat tarawih setiap malam satu juz berlangsung lancar. Luar biasa jemaah selalui ramai, bahkan jumlah jamaah ibu-ibu dan bapak-bapak sudah imbang, biasanaya banyak ibu,”ujarnya.
Baca juga: Ngaji Budaya Lesbumi Purbalingga, Paduan Macapat dan Wayang Ringkes dalam Merawat Kearifan Leluhur
Menurut Noor Achmad kegiatan bulan Ramadan 1446 Hijriah di MAJT berlangsung semarak karena banyak kegiatan, seperti shalat tarawih 1 juz Al-Qur'an, khataman 30 juz Al-Qur'an setiap hari ternyata mendapat sambutan baik dari masyarakat.
Memenuhi permitaan masyarakat, kegiatan Ramadan di MAJT ke depan akan ditingkatan agar lebih semarak lagi dengan berbagai macam kegiatan, tak hanya lokal Semarang tapi mengundang pembicara nasional.
“Atas perimintaan masyarakat, setelah Ramadhan akan melanjutkan kegiatana khataman 30 juz Alquran oleh santri Pondok Pesantren Tahfidh Qur'an MAJT-Baznas setiap hari,” kata Noor Achmad.
35 Tumpeng
Sementara, Ketua Panitia Ramadhan MAJT, Prof KH Ahmad Izzuddin menyatakan meyediakan 35 tumpeng untuk khataman sholat tarawih satu malam satu juz Alquran.
“Malam ini (Sabtu, 29/3) shalat terawih juz ke-30 yang penuh berkah. Dilanjutkan dengan syukuran khataman. Ini tak ada tempat lain, serta menjadi aset MAJT,” ujarnya.
Prof Izzuddin menyatakan seluruh rangkai kegiatan selama bulan Ramadhan 2025 berjalan luar biasa, jamaah makin banyak yang datang.
“Alhamdulillah kegiatan Ramadhan tahun ini berjalan luar biasa, makin diminati masyarakat untuk datang ke MAJT, semoga para jemaah mendapatkan keberkahan,” ujarnya.
Baca juga: USM Jadi Perguruan Tinggi Pertama Percayakan Pengelolaan Wakaf Tunai ke BSI Maslahat
Dari evaluasi pelaksanaan Ramadhan 1446 Hijriah di MAJT, Prof Uzzuddin menyatakan seluruh pihak termasuk para sponsor yang mendukung kegaitan merasa puas.
“Untuk kegiatan sholat Idulfitri pada 31 Maret 2025 sebagai khatib Rektor UIN Semarang Prof Nizar Ali dan imam KH Ulil Abshor Alhafidz,” katanya.
Sementara, salah seorang jamaah, bernama Agus menyatakan rutin mengikuti sholat tarawih satu juz Al-Qur'an di MAJT, karena merasa nyaman.
“Rasanya nyaman, senang ikut sholat tarawih di MAJT yang tak bisa didapatkan di masjid lain,” ujar lelaki asal Jragung Karangawen, Demak.
Jamaan lainnya, Ny Musrikah, 67, sudah enam tahun selalu shalat tarawih di MAJT, karena imam bacaanya bagus dan jelas sehigga merasa enak di dengarkan.
“Saya senang sholat tarawih di MAJT meras tenang dan bahagia, meski satu juz tak merasa lelah,” kata warga Lampertengah Semarang. (Aji)
