Helo Indonesia

Penyelusuran Helo Penyebab dan Kronologis Mayat Kakek Dibuang ke Laut

Annisa Egaleonita - Nasional -> Peristiwa
Senin, 7 April 2025 18:50
    Bagikan  
Penyelusuran Helo Penyebab dan Kronologis Mayat Kakek Dibuang ke Laut

Empat warga menggotong buntelan yang diduga berisi mayat korban saat hendak dibuang ke laut (Foto Screenshot video)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Empat warga terekam ponsel menggotong mayat yang hendak dibuang ke laut. Korban diduga tewas dikeroyok setelah bertengkar dengan keponakannya di Dusun Siuncal, Pulau Legundi, Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung.

Kapolda Lampung Irjen Pol. Helmy Santika memberikan atensi terhadap kasus dugaan raibnya seorang kakek yang diduga tewas dikeroyok lalu dibuang ke laut sekitar Pulau Legundi, Lampung.

Hasil penyelusuran Helo Indonesia, korban, Aliyan (68) tewas dikeroyok setelah cek-cok dengan keponakannya bernama Safarudin bin Sabtu (38) gara-gara bau tak sedap dari kandang kambing samping rumah mereka.

Keributan sempat mereda sekitar pukul 21.30 WIB. Namun, suasana kembali memanas setelah istri Safarudin terdengar warga teriak mengaku suaminya hendak digorok Aliyan.

“Saya dengar istri Safarudin teriak-teriak minta tolong suaminya mau digorok," kata Arina binti Aliyan (40) kepada Helo Indonesia, Senin (7/4/2025).

Dia juga melihat warga berkumpul dan membawa karung besar serta tali warna putih masuk ke rumah orangtuanya.

Arina kemudian melihat langsung empat pelaku menggotong karung besar menggunakan bambu dari rumah orangtuanya menuju kapal di dermaga Dusun Sinyal, RT 002, RW 05, Desa Pulau Legundi, Sabtu malam (15/3/2025).

Hingga kini, jasad korban belum ditemukan. Arina, Senin (17/3), dua hari setelah kejadian, melaporkan peristiwa tersebut lewat LP./ B/24/III/2025/SPKT/Polsek Padang Cermin/Polres Pesawaran/Polda Lampung.

Arina menduga kuat bahwa sang ayah dikeroyok oleh beberapa warga kampung lalu dibuang ke laut dalam kondisi sudah tak bernyawa. Karung itu diduga berisi tubuh sang ayah yang hendak dibuang ke tengah laut.

Seorang warga merekam via ponselnya saat keempat warga tengah menggotong korban menuju kapal untuk membuang korban ke tengah laut. Hingga Senin (7/4/2025), jasad korban belum ditemukan keberadaannya. (HBM)