SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Organisasi Mahasiswa (Orma) Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) Universitas Semarang (USM) sukses menggelar kegiatan Student Goes to Campus (SGC) 2025 yang berlangsung di Gedung Q Kampus USM pada Senin 14 April 2025.
Orma tersebut terdiri atas Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FTIK USM, Himpunan Jurusan Ilmu Komunikasi (Himalika) USM, Himpunan Jurusan Teknologi Informasi (Himmatisi), dan Himpunan Mahasiswa Jurusan Pariwisata (Himapar) USM.
Baca juga: Jamin Tak Ada Premanisme, Ahmad Luthfi Ajak 100 Investor 5 Negara untuk Bedhol Pabrik ke Jateng
SGC 2025 yang mengangkat tema "Ravelio Jingga" itu diikuti sebanyak 105 siswa-siswi SMA/SMK/Sederajat. Kegiatan ini menjadi rangkaian dari FTIK Fest 2025.
Kegiatan tersebut dibuka Dekan FTIK USM, Prind Triajeng Pungkasanti SKom MKom. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Wakil Dekan I, Fajriannoor Fanani SSos MIKom, Wakil Dekan II, Dr April Firman Daru SKom MKom, Ketua Pelaksana SGC 2025, Riza Dewi Nurfitriani, dan Ketua Umum FTIK Fest 2025, Distania Wahyu Elsandia.
Tiga Pemateri
Selain itu, SGC mendatangkan tiga pemateri dari bidang ilmu komunikasi, teknologi, dan pariwisata diantaranya Suhariyanto, SSos MIKom, Almas Nabili Imanina STrPar MMPar, dan Bernadus Very Christioko SKom Mkom.
Kegiatan yang berlangsung sukses itu menghadirkan tiga narasumber yang memberikan wawasan mendalam terkait berbagai jurusan serta peluang kerja di masa depan. Siswa tidak hanya mendapatkan materi edukatif, namun juga memiliki kesempatan untuk berbicara langsung dengan dosen dan mahasiswa untuk mendapatkan informasi yang lebih menarik serta relevan.
Baca juga: FTIK USM Bangun Sistem Informasi Terpadu untuk Peternakan Ayam Petelur di Cepogo
Dekan FTIK USM, Prind Triajeng Pungkasanti SKom MKom berharap, peserta dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang dunia perguruan tinggi serta menyiapkan diri untuk menentukan jenjang pendidikan yang akan ditempuh.
''Kami berharap, dengan terselenggaranya Student Goes to Campus (SGC) 2025, para peserta dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang dunia perguruan tinggi serta menyiapkan diri secara akademis dan mental dalam menentukan jenjang pendidikan yang akan ditempuh ke depannya,'' ungkap Prind. (Aji)
