KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Pondok Pesantren Modern Islam Sabilurrasyad di Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menunjukkan komitmen kuat dalam penerapan prinsip-prinsip lingkungan hidup di dalam pembelajaran, pengelolaan sekolah, dan kegiatan ekstrakurikuler.
Ponpes Sabilurrasyad untuk tingkat SMP saat ini telah menyandang penghargaan Sekolah Adiwiyata baik di tingkat Kabupaten Kendal dan Provinsi Jawa Tengah. Dan saat ini tengah berupaya untuk menuju Sekolah Adiwiyata Nasional.
Baca juga: Ning Nawal Lantik 35 Ketua Dekranasda Kabupaten/kota, Ada yang Mantan Ketua DPRD Jateng
Kepala Sekolah SMP Sabilurrasyad, Adi Ismanto menjelaskan, untuk menuju Sekolah Adiwiyata Nasional, pihaknya terus menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam pembelajaran, pengelolaan lingkungan sekolah. Salah satunya dengan pengembangan green house.
"Kita sudah persiapkan dari mulai jumlah pohon-pohon, kita memilki green house mulai dari tanaman obat, tanaman bunga, kita sudah punya semua. Tanaman obat kita juga sudah ada sekitar 600 jenis," terangnya, Minggu 19 April 2025.
Ia menyebut, dengan berbagai persiapan yang sudah dilakukan, SMP Sabilurrasyad optimistis akan dapat meraih penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata tingkat nasional.
Baca juga: Diapresiasi, Komitmen P3D Semar Cakep kepada Penyandang Cerebral Palsy
Guru pembimbing, Budiyono menuturkan, berbagai tanaman obat dan tanaman lainnya yang ada di green house Sabilurrasyad ini juga dikembangkan dan diolah menjadi produk-produk unggulan seperti teh telang dan teh kelor. Juga pemanfaatan limbah untuk produk sabun dan lilin.
"Kemudian eco enzim, kompos dan lain sebagainya. Kalau tanaman obat ada macam-macam, ada akar wangi, buah ajaib, kunyit, jahe, temu lawak dan lain-lain. Ini menjadi salah satu item penilaian yang kita persiapkan untuk menuju Adiwiyata tingkat nasional," ungkap Budiyono.
Dijelaskan, sejumlah siswa-siswi dari SMP Sabilurrasyad ikut terlibat sebagai kader Adiwiyata yang bertugas untuk menggerakkan dan memobilisasi seluruh siswa-siswi untuk berpartisipasi untuk meraih penghargaan Adiwiyata.
"Yang merawat juga anak-anak. Setiap hari kita ada piket Adiwiyata, jadi seluruh anak-anak terlibat dan berpartisipasi menuju Adiwiyata. Termasuk dalam merawat dan mengembangkan green house ini," pungkasnya. (Anik)
