Helo Indonesia

Gubernur Ahmad Luthfi Dukung Program Rumah untuk Nakes

Selasa, 29 April 2025 09:56
    Bagikan  
Gubernur Ahmad Luthfi Dukung Program Rumah untuk Nakes

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat acara aad massal dan penyerahan kunci untuk Tenaga Kesehatan di Perumahan Puri Delta Asri EXT 1, Kendal

KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendukung penuh program rumah untuk tenaga kesehatan (nakes) yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman bersama Kementerian Kesehatan. Hal itu penting mengingat kebutuhan sandang, pangan, dan papan sangat perlu bagi warga Jateng.

"Prinsip, kita akan dukung karena sandang, pangan, dan papan di wilayah kita itu perlu, terutama di Jawa Tengah kita masih memerlukan sekitar 1,2 juta rumah layak huni," kata Ahmad Luthfi usai menghadiri acara Akad Massal dan Penyerahan Kunci untuk Tenaga Kesehatan di Perumahan Puri Delta Asri EXT 1, Kabupaten Kendal, Senin, 28 April 2025.

Baca juga: Dipusatkan di Kendal, Menteri PKP dan Menkes RI Serah Terima Rumah Subsidi bagi Nakes

Pertumbuhan penduduk di Jawa Tengah sangat pesat, sehingga menambah angka backlog kemiskinan perumahan. Kondisi pada 2024 diperkirakan mencapai 324.803 unit. Sementara perumahan pascabencana dan relokasi rumah korban bencana yang belum tertangani sekitar 1.297 unit.

Di sisi lain, jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di Jawa Tengah juga cukup tinggi. Namun, Pemprov Jateng sudah memiliki langkah-langkah penyelesaian dengan penanganan kolaboratif dan komprehensif dari berbagai sumber pendanaan seperti APBN, APBD Provinsi, APBD kabupaten/kota, CSR, Baznas, dan swadaya masyarakat.

Tercatat, sampai akhir 2024 sudah tetangani sekitar 1.800.531 unit RTLH. Menyisakan jumlah yang belum tertangani sebanyak 1.022.113 unit RTLH.

"Jadi rumah tidak layak huni nanti akan kita kebut. Anggaran kita cukup khusus untuk rumah tidak layak huni. Artinya, satu tahun kita anggarkan hampir 17 ribu rumah, ini nanti akan kita rapatkan juga dengan beberapa stakeholder yang lain. Prinsip, layanan dasar terkait rumah harus kita kejar dan tekuni untuk wilayah kita," bebernya.

Ikut Andil

Ahmad Luthfi menambahkan, dalam pemenuhan kebutuhan rumah di Jawa Tengah, pengembang perumahan juga harus ikut andil dalam pembangunan perumahan. Baik itu perumahan bersubsidi maupun komersial.

Baca juga: Cabuli Gadis Dibawah Umur hingga Melahirkan, Pria Asal Bangkalan Diciduk Polres Kendal

Sebagai informasi, pencairan rumah subsidi pada 2025 melalui pendanaan KPR FLPP hingga 11 April 2025 di Jawa Tengah sudah 5.336 unit dan di Kabupaten Kendal sendiri sebanyak 1.109 unit. Salah satu rumah subsidi di Kabupaten Kendal adalah Perumahan Puri Delta Asri 9, yang saat ini telah terbangun sebanyak 615 unit rumah.

"Jadi ada dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman sekitar 30 ribu untuk tenaga kesehatan. Untuk Jawa Tengah sudah dibagikan," katanya.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, mengatakan, khusus buat tenaga kesehatan ada kuota sekitar 30 ribu unit rumah bersubsidi. Selain itu juga ada kuota untuk petani, nelayan, dan buruh masing-masing 20 ribu unit rumah.

Baca juga: Selamat Jalan Bunda Iffet Veheca, Bundanya Slankers, Yang Terlalu Manis Untuk Dilupakan

Salah seorang keluarga tenaga kesehatan, Danu, mengaku sangat terbantu dengan adanya program rumah untuk tenaga kesehatan di Indonesia. Di antaranya subsidinya sangat besar, syarat administrasi juga sangat mudah hanya surat pengantar dari rumah sakit.

"Sudah ada rumah tapi masih atas nama orang tua. Punya keinginan punya rumah atas nama sendiri sejak anak kedua saya lahir, sekitar 15 tahun lalu, baru kesampa sekarang. Jadi sangat terbantu," kata Danu saat menemani istrinya Tutut Fitriyani yang seorang perawat RSUD Dr Adhyatma, Tugurejo, Kota Semarang. (Aji)