Helo Indonesia

Massa Bakar Mobil Rubicon dan 3 Rumah Milik Kepala Kampung Gunungagung

Sabtu, 17 Mei 2025 21:00
    Bagikan  
Massa Bakar Mobil Rubicon dan 3 Rumah Milik Kepala Kampung Gunungagung

Ludes dibakar massa (Foto Zen Sunarto/Helo)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -----Massa membakar tiga rumah dan tiga mobil yang salah satunya merk Rubicon milik SKR, kepala Kampung Gunungagung, Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah, Sabtu (17/5/2025).

Selain itu, massa juga membakar tiga sepeda motor, merusak delapan mobil, puluhan derigen, drum, dan tong besar BBM, dan memasukkan satu mobil ke dalam kolam ikan.

Polres Lampung Tengah telah mengamankan SKR dan DW yang diduga telah menusuk hingga tewas setelah terjadi perdebatan soal bansos beras dengan warga berinisial SUR.

Puncaknya, dua warga, Sur vs Dw ribut soal kasus beras yang berakhir perkelahian pakai senjata tajam dan menewaskan Sur, warga Gunungagung.

Kabag Operasi Polres Lampung Tengah, Kompol Edy Qorinas mewakili Kapolres AKBP. Alsyahendra mengatakan situasi Kampung Gunungagung sudah kondusif, lalulintas di Jalur Lintas Sumatera juga lancar.

Pascakerusuhan, puluhan petugas Polres Lampung Tengah dan TNI Kodim Lampung Tengah masih berjaga di tempat kejadian

Warga sudah lama menahan kesal dan tak sabar menunggu penyelidikan Polres Lamteng atas dugaan penyimpangan beras bansos sejak Februari lalu dan melaporkannya ke kepolisian hingga aksi segel kantor kelurahan.

Puncaknya, dua warga, Sur vs Dw ribut soal kasus beras yang berakhir perkelahian pakai senjata tajam dan menewaskan Sur.

Massa mendengar kabar tersebut langsung melampiaskannya dengan membakar rumah Kepala Kampung SKR. Makin lama, dari puluhan orang, makin lama makin banyak hingga mencapai ratusan bahkan ribuan orang.

"Jumlah massa ribuan orang semua keluar rumah, bahkan ada dari tetangga desa juga datang," ujar seorang warga.

Taufik selaku salah satu warga setempat mengatakan masyarakat geram melihat ulah aparatur kampung yang merampas hak orang miskin. Dia pun kesal karena bantuan dari pemerintah pusat untuk rakyat kecil justru dijadikan ladang bisnis untuk kantong pribadi.

Taufik mengaku, seluruh beras bansos yang dijual Kepala Kampung Gunung Agung lebih dari 50 ton. "Total sudah 4 kali Kepala Kampung Gunungagung menjual beras bansos, terakhir dia tepergok menjual 4 ton beras kemasan 10 kilogram ke Tulangbawang Barat," kata Taufik, (zen sunarto)