Helo Indonesia

Adhrial Sebut USM Punya Potensi Luar Biasa untuk Go International

Kamis, 29 Mei 2025 08:35
    Bagikan  
Adhrial Sebut USM Punya Potensi Luar Biasa untuk Go International

Kabag Umum LLDikti Wilayah VI Jateng Adhrial Refaddin

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Merujuk data di LLDikti akhir tahun 2024, Universitas Semarang (USM) telah menerima penghargaan dari LLDikti terkait dengan pembelajaran. Ini menjadi modal bahwa USM punya potensi luar biasa untuk menjadi kampus internasional.

Kepala Bagian Umum LLDikti Wilayah VI Provinsi Jawa Tengah, Adhrial Refaddin SIP MPP mengungkapkan hal tersebut saat memberikan sambutan dalam Rapat Senat Terbuka Upacara Wisuda ke-72 Program Diploma, Sarjana, dan Magister USM di Auditorium Ir Widjatmoko USM, Auditorium Prof Dr Muladi SH, dan online zoom meeting pada Rabu 28 Mei 2025.

Baca juga: Wisuda ke-72 USM Diikuti 694 Lulusan, Berikut Deretan Wisudawan Terbaik

Menurutnya, USM memiliki banyak ruang yang dapat dikembangkan terkait publikasi internasional dan sitasi internasional. Adhrial menilai angka publikasi nasional per dosen USM tinggi.

''Kemarin saya diskusi dengan Prof Harun Harun (Plt Kepala Dikti Wilayah VI Prof Harun Joko Prayitno) dan katanya ini sudah luar biasa. Berarti USM sudah luar biasa untuk publikasi. Tinggal didorong saja dan saya mengikuti kuliahnya Mas Albert, Pak Faisal (Tim Satuan International Office USM, Albert dan Faisal Yusuf) juga saya ikuti dan njenengan semua punya modal untuk ke arah sana. Insya Allah berhasil dan ini tentunya akan menjadi modal yang baik,'' ungkapnya.

Adhrial juga mengajak bersama-sama dengan LLDikti mengawal kebijakan kampus berdampak, dimana sekarang ukurannya adalah output dan outcome.

''Jadi prosesnya sudah dijalani, sudah Unggul, jadi artinya proses dan input sudah settle, sekarang saatnya kita berpikir gimana caranya pembelajaran menjadi berdampak, bagaimana caranya para wisudawan menjadi sarjana yang paripurna, yang berkontribusi kepada masyarakat,'' ucapnya.

''Riset dan publikasi bukan hanya perkara jumlah publikasinya yang banyak, akan tetapi seberapa besar dampak publikasi tersebut kepada masyarakat,'' tambahnya. (Aji)