Helo Indonesia

Kiprah Dini Inayati, Anggota DPRD Kota Semarang Terpanggil Pelopori Zero Waste di Sendangmulyo

Rabu, 4 Juni 2025 15:57
    Bagikan  
Kiprah Dini Inayati, Anggota DPRD Kota Semarang Terpanggil Pelopori Zero Waste di Sendangmulyo

Dini Inayati menunjukkan magot yang berhasil dibudidayakan oleh DLH Kota Semarang

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Program Zero Waste yang sedang digelorakan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng dalam upaya mewujudkan Semarang bersih, mendapat respons positif dari anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Dini Inayati ST.

Legislator tersebut meyakini zero waste sebagai program yang tepat.

Baca juga: Tim FT USM Beri Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Berbasis Bangunan Gedung Hijau

Dia pun tergerak dan bertekad untuk melibatkan diri mewujudkan program tersebut ke masyarakat lapis bawah, RT-RW di Kelurahan Sendangmulyo.

Kepada wartawan, di Semarang, (Rabu/6/2025), Dini menjelaskan, langkah awal yang ditempuh, mengedukasi warga  RW 21 Kelurahan Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang untuk dijadikan basis percontohan.

Di RW yang memiliki 13 RT ini, belasan tahun warga menghadapi problem sampah berupa pencemaran udara yang dipicu oleh keberadaan Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Sampah membusuk akibat pengambilan oleh petugas sering terlambat.

Dini Inayati memproyeksikan bila nantinya warga RW 21 Kelurahan Sendangmulyo berhasil diedukasi, yakni menjadikan sampah sebagai lumbung ekonomi warga, maka keberhasilkan tersebut nya akan ditularkan ke 32 RW lain yang juga mengalami problem yang sama.

Budidaya Magot

Pada Selasa 3 Juni 2025, mantan komisioner KPID Jateng ini, mengajak 20 warga sebagai representasi RW 21 Kelurahan Sendangmulyo berkunjung ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang untuk  melihat praktik mengolah sampah organik menjadi magot atau larva lalat tentara hitam (Black Soldier Fly/BSF).

Magot ternyata dapat digunakan sebagai sumber protein untuk pakan ternak dengann kandungan gizi tinggi.mengubah sampai organik menjadi magot pada akhirnya proses ini akan mengurangi volume sampah organik secara signifikan.

Prosesnya dari pengumpulan sampah organik, pemberian sampah organik sebagai pakan maggot hingga panen maggot  digunakan untuk pakan ternak atau bahan lainnya.

Baca juga: Respons Cepat Luthfi-Yasin Atasi Aduan Masyarakat Terima Pujian

Usai dari DLH, warga RW 21 dibawa ke lembaga Bank Sampah Sumber Rezeki, di RW 5 Kelurahan Gisikdrono, yang berhasil mengembangkan bank sampah lewat pilah sampah juga mengolah sampah menjadi pupuk untuk tanaman.

“Metode ini secara nyata dapat mengurangi sampah dan menghasilkan produk bernilai ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat setempat, maka program ini tepat untuk dikembangkan”, tegas Dini Inayati.

Ditambahkan, mengubah sampah menjadi pakan ternak melalui budidaya magot, sangat signifikan, muaranya akan mengurangi volume sampah di TPS.

Hasilnya, warga dapat mendapatkan nilai ekonomis dari panen magot, dan akan terjadi efisiensi anggaran dalam pengangkutan sampah dari TPS ke TPA karena berkurangnya volume sampah organik.

Begitu pula, katanya,  akan berdampak pada efisiensi biaya operasional pada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Baca juga: Blusukan Naik Motor, Bupati Purbalingga Periksa Infrastruktur Rusak dan Sampah Liar

Ketua RW 21 Kombes Pol Agus Yulianto, Psi, saat dihubungi wartawan, menyataan sangat berterima kasih atas edukasi dan bimbingan tulus dari Dini Inayati.

“Saya bertekad langsung mempraktekkan ilmu dari DLH dan dari RW 5 Kelurahan Gisikndrono dalam kesehariannya  dan harus berhasil. Semoga problem sampah dapat diatasi lewat pola ini,” tambahnya. (Aji)