Helo Indonesia

Sekolah Seni Tubaba Kembali Menyelenggarakan Resital

Annisa Egaleonita - Nasional -> Peristiwa
Jumat, 13 Juni 2025 21:23
    Bagikan  
Sekolah Seni Tubaba Kembali Menyelenggarakan Resital

Foto: ist

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Sekolah Seni Tubaba kembali menyelenggarakan resital (pameran/pertunjukan) yang akan menampilkan karya seni dari siswa-siswi yang telah menjalani proses pembelajaran secara intensif sejak 2 Mei -13 Juni 2025.

“Program pelatihan ini bertujuan untuk pembentukan karakter dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), digagas oleh Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung dan sejumlah seniman dari seluruh Indonesia sejak tahun 2016 dan sejak tahun 2022 digelar secara independent dibawah Yayasan Pendidikan Seni dan Ekologi,”kata Direktur Sekolah Seni Tubaba, Semi Ikra Anggara, Jumat (13/06/2026)

undefined

Kata Semi, pada penyelenggaraan tahun ini didukung oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tubaba. Program ini tidak bertujuan menjadikan peserta didik menjadi seniman, tapi melalui setiap tahapan proses kesenian peserta didik bisa mendapatkan manfaat bagi keseharian dan masa depan mereka.

“sampai saat ini Sekolah Seni Tubaba telah melahirkan kurang lebih 4000 alumni yang kini bekerja di berbagai medan profesi,”ujarnya.

Adapun pola pendidikan karakter dengan metode pelatihan kesenian yang intensif, sistematis dan berkelanjutan yang digagas oleh sebuah pemerintah daerah mungkin hanya satu-satunya di Indonesia.
Resital ini bukanlah hanya sekedar perayaan dari berakhirnya proses pembelajaran, tapi sebagai sebuah metode, bagian integral dari kurikulum yang telah dirancang untuk mempresentasikan karya seni yang telah diciptakan bersama, yang telah dilatih, diasah, digodok dan ditempa dalam ruang penciptaan yang ditemani oleh para fasilitator kelasnya masing-masing.

Sekaligus juga sebagai ruang untuk proyeksi masa depan dan pengembangan individu dan karyanya. Lewat resital ini, setiap siswa-siswi belajar untuk menghargai proses kreatif, merayakan pencapaian proses belajar dan mengakui pentingnya setiap langkah dalam perjalanan mereka.

“Menemukan pengetahuan baru dari mengalami proses uji teori dan praktik, refleksi diri dan keterhubungan antara proses kesenian yang dijalani dalam kelas dengan kehidupan sehari-hari dan lingkungan sekitar,”jelasnya.

Dengan kurikulum “Seni dan Tindakan” yang digodok secara khusus untuk mengenal diri dan lingkungan secara lebih mendalam. Selain belajar secara spesifik sesuai minat studi di Kelas Teater, Kelas Musik, Kelas Seni Rupa dan Kelas Tari. Ada juga kelas umum untuk semua peserta kelas seni yaitu Kelas Kebutuhan untuk mengenal lebih dalam terkait tubuh sendiri dan segala potensinya dan Kelas Menaman untuk ketahanan pangan dan penghijauan lingkungan sekitar.

Selain itu ada juga Kelas Umum Apresiasi Film “Turang” dan Nuwo Baca Malaka sebagai ruang belajar bersama membangun harapan dan merawat pengetahuan, yang ditemani oleh Nisya Tri Yolanda dan John Heryanto.

“Resital ini digelar pada Sabtu, 14 Juni 2025, pukul 16:00 – 18:00 WIB di Ulluan Nughik, Panaragan Jaya, Kecamatan Tulangbawang Tengah (TBT), Kabupaten Tubaba dan program ini diikuti oleh 200 peserta dengan ragam usia, yang rata-rata dari usia 7 tahun – 40 tahun,”ungkap Semi.

Dalam resital tersebut akan ada pameran seni rupa botani dari Kelas Seni Rupa Anak dan Remaja serta pertunjukan dari kelas teater, kelas tari dan kelas musik.
Secara berurutan tim kerja Sekolah Seni Tubaba 2025; Konseptor program Semi Ikra Anggara, fasilitator: Chandra Purwakati, John Heryanto (Teater) Putri Janati, Ecca Ajeng Vatika Dewi, Malwa Carolina (Seni Rupa), Ahmad Susantri, Kiki Windarti, Naya Isnaini, Khusnul Khotimah, (Tari), Chandra Purwakanti, Edythia Rio W (Musik). Dengan direktur program John Heryanto, Koirul Hartoko bekerja sebagai humas, dan Anggi Prayoga mengelola manajemen program.

(Rohman)