HELOINDONESIA.COM -Dugaan kelalaian fatal dilakukan Puskesmas Dupak. Seorang istri warga Dupak Bangunrejo meninggal dunia setelah permintaan pertolongan darurat ditolak.
Joko Widodo, warga RT 5 RW 5, Jalan Dupak Bangunrejo 1/32, datang ke Puskesmas membawa kabar genting: sang istri dalam kondisi tak sadarkan diri, kritis, masuk kategori gawat darurat.
Namun dokter menolak datang ke rumah. Alih-alih bertindak, petugas menyuruh menghubungi layanan 112.
Joko pulang dengan hati hancur, lalu bersama Ketua RT mengontak 112. Ambulans datang, tetapi semua terlambat. Sang istri menghembuskan napas terakhir tanpa pertolongan medis.
Jenazah dimakamkan di TPU Mbahratu, Selasa (16/6/2025).
Warga geram, menuding Puskesmas lalai hingga berujung maut.
Ketua Paguyuban Warga, Dhani Bachtiar menegaskan: “Kami sangat menyesalkan sikap Puskesmas Dupak yang tidak menunjukkan empati dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kesehatan darurat. Seharusnya nyawa manusia menjadi prioritas, bukan dilempar-lempar ke instansi lain.”
Ketua RT, Margi, pun angkat suara: “Keluhan terkait pelayanan di Puskesmas Dupak sudah sering terdengar. Tapi kali ini nyawa warga benar-benar hilang karena kelalaian. Kami menuntut pertanggungjawaban dan evaluasi menyeluruh.”
Paguyuban warga siap melayangkan protes resmi ke Dinkes Surabaya. Mereka menuntut investigasi total agar tragedi serupa tidak terulang. ***(Maji
