LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Diguyur hujan semalaman, Daerah Aliran Sungai (DAS) Desa Labuhanratu Dua Kecamatan Way Jepara Lampung Timur Senin (23/6) meluap. Akibatnya, belasan rumah terdampak banjir.
Kepala Desa Labuhanratu Dua Hali Afrian mengatakan, hujan yang mengguyur sejak Minggu (22/6) malam hingga pagi hari mengakibatkan DAS desa itu meluap. Akibatnya, belasan rumah yang berada di bantaran sungai terdampak banjir.
Air bah yang menggenangi rumah mencapai 60 cm - 85 cm. Guna menghindari banjir kian parah, warga menyelamatkan perabotan rumah tangga. Dan, saat banjir datang, tak sedikit warga keluar rumah.
"Hujan semalaman sangat deras dan belasan rumah di bantaran sungai tergenang,"ujar Hali Afrian.
Banjir yang terjadi sepanjang tahun itu disebabkan DAS desa itu kian dangkal dan terjadi penyempitan. Selain itu, tak sedikit warga membuang sampah ke aliran sungai. Sehingga jika beberapa jam terjadi hujan deras, air dengan mudah meluap menggenangi rumah warga.
"Sejak belasan tahun sungai sidah dangkal dan sempit. Selain itu banyak warga yang buang sampah ke sungai,"kata Afrian.
Akibat selalu terjadi banjir, belum lama ini petugas dari Balai Besar Way Sekampung (BBWS) bersama Forkopimcam meninjau aliran sungai sepanjang sekitar satu kilometer itu. Warga berharap, pemerintah segera menormalisasi DAS dimaksud.
"Kami berharap pemerintah segera tyrun tangan. Sebab, sepanjang tahun warga saya selalu kebanjiran,"pungkas Hali Afrian.
Sementara itu, Apri salah satu warga mengaku sepanjang tahun rumahnya selalu kebanjiran. Akibat luapan sungai yang berada di belakang rumah, air masuk rumah hingga lutut orang dewasa.
"Rumah saya berada di bawah aliran sungai. Saat hujan deras rumah pasti kebanjiran,"ujarnya.
Karena kondisi aliran sungai sudah sangat parah, ia minta pemerintah segera menormalisasi sungai. Dengan normalisasi berupa pengerukan dan pelebaran, maka air dengan mudah sampai muara atau laut.
"Jika dikeruk dipastikan air bah dengan cepat mengalir ke laut. Dan banjir tak terjadi lagi,"kata Apri.
(Khairuddin)
