Helo Indonesia

Semarang Tampilkan Daya Saing Industri Kreatif Lewat Jateng Fashion Trend 2025

Rabu, 9 Juli 2025 15:13
    Bagikan  
Semarang Tampilkan Daya Saing Industri Kreatif Lewat Jateng Fashion Trend 2025

Tiga narasumber Pugiarto Harjanto, Novita Dwi Parastuti, Janatul Husna, dan host Unik Oke saat berbincang soal Jateng Fashion Trend (JFT) 2025.

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Kota Semarang kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pusat industri kreatif terkemuka di Indonesia. Hal ini tercermin dari sesi siaran langsung Instagram bertajuk Road to Jateng Fashion Trend 2025, yang berlangsung pada Selasa malam 8 Juli 2025.

 Mengusung tema “Semarang Pusat Mode & Event: Sinergi Industri Fashion, Wedding, dan Ekonomi Kreatif”, diskusi ini menjadi ruang kolaboratif lintas sektor dalam menyambut event mode tahunan Jateng Fashion Trend (JFT) 2025.

Baca juga: Yayasan Mutiara Hati Bekali Pengelola Media Informasi Sekolah Lewat Pelatihan Jurnalistik

Acara ini menghadirkan tiga tokoh penting yang mewakili sektor industri, kreatif, dan pemerintahan, yaitu: Janatul Husna SE MM  (Dinas Perindustrian Kota Semarang), Pugiarto Harjanto (Founder Galaxy Decoration), serta Novita Dwi Parastuti (Sekretaris IFC Semarang Chapter). Dipandu oleh host dan kreator @Unik_oke, perbincangan berdurasi satu jam ini mengupas bagaimana Semarang merancang langkah konkret dalam menjadikan mode sebagai salah satu identitas kotanya.

fas2

Jateng Fashion Trend 2025 sendiri akan digelar pada 13 Juli mendatang di Renaissance Ballroom Semarang sebagai bagian dari Renaissance Romance Wedding Expo. Tahun ini, IFC Semarang Chapter membawa tema besar Eco Luxury—sebuah konsep yang menggabungkan kemewahan mode dengan kesadaran lingkungan.

Menurut Pugiarto Harjanto, konsep kolaboratif ini lahir dari keinginan untuk mengangkat industri pernikahan ke level yang lebih eksklusif. Dengan pendekatan desain pameran yang berkelas dan sentuhan visual megah, ia mengajak IFC untuk menyempurnakan gelaran ini melalui elemen fashion.

“Kami menyadari bahwa dunia pernikahan dan fashion tidak bisa dipisahkan. Maka dari itu, menghadirkan desainer IFC dalam wedding expo menjadi strategi yang sangat relevan. Para tamu, keluarga, hingga pengiring pengantin tentu membutuhkan referensi busana yang elegan dan inspiratif,” ujarnya.

Pemicu Kebangkitan

Sementara itu, Novita Dwi Parastuti menyampaikan bahwa undangan kolaborasi ini seolah menjadi pemicu kebangkitan IFC Semarang Chapter setelah sempat vakum selama setahun. Menurutnya, tema Eco Luxury dipilih karena mencerminkan transformasi dan visi baru dari para desainer di Jawa Tengah.

Eco berarti kesadaran terhadap lingkungan, sementara luxury tetap menekankan kualitas dan kemewahan karya. Kami ingin membuktikan bahwa karya yang elegan bisa tetap ramah lingkungan dan bernilai etis,” kata Novita.

Baca juga: Perpusda Kendal Tambah Ruang Baca di Lantai 2, Ada 20 Ribu Koleksi Buku

Dari sisi kebijakan, Janatul Husna menegaskan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Semarang. Ia menyebut bahwa sektor fashion telah menjadi bagian dari prioritas pembangunan daerah melalui skema penguatan ekonomi kreatif. Program-program strategis seperti pelatihan vokasi, fasilitasi legalitas usaha, dan pembangunan galeri industri kreatif telah dirancang untuk menopang pertumbuhan fashion lokal.

“Kami punya Galeri Kreatif di Kota Lama, ada juga Galeri Sentral Batik Warna Alam di Gunungpati, dan tahun ini kami kembali mengadakan penghargaan tahunan bagi pelaku fashion. Artinya, pelaku industri seperti IFC, wedding organizer, dan desainer akan selalu kami dukung untuk tumbuh bersama,” ujar Husna.

Diskusi ini pun menjadi penanda kuat bahwa kolaborasi adalah kunci. Baik dari sisi pelaku industri kreatif, komunitas fashion, maupun pemerintah, semua menyuarakan semangat yang sama: menjadikan Semarang sebagai kota yang tidak hanya fashionable, tetapi juga inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.

Jateng Fashion Trend 2025 akan menampilkan puluhan karya desainer dari Semarang, berbagai wilayah di Jawa Tengah, hingga desainer nasional dalam dua sesi peragaan busana. Melalui semangat Eco Luxury, acara ini tidak hanya menjadi selebrasi fashion, tetapi juga panggung transformasi industri menuju masa depan yang lebih hijau dan bermakna. (Aji)