Helo Indonesia

Kartini di Era AI: Prof Kesi Ajak Perempuan Tak Hanya Berbudaya, Tapi Juga Kuasai Teknologi

1 jam 34 menit lalu
    Bagikan  
Kartini di Era AI: Prof Kesi Ajak Perempuan Tak Hanya Berbudaya, Tapi Juga Kuasai Teknologi

Prof Kesi bersama juara Lomba Busana Nusantara yang digelar Ikatan Ibu-ibu USM dalam merayakan Hari Kartini

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Ketua Pengurus Yayasan Alumni Undip, Prof Dr Ir Kesi Widjajanti SE MM, mendorong perempuan Indonesia menjadi pribadi yang inspiratif dan berdaya guna.

Hal itu ia sampaikan dalam talkshow Radio USM Jaya FM pada Senin, 20 April 2026.

Baca juga: Strategi Aglomerasi Luthfi: Borobudur-Kopeng-Rawa Pening Jadi Wisata Terpadu

Dalam talkshow yang mengangkat tema ''Relevansi Perjuangan Raden Ajeng Kartini di Era Modern'', khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan global saat itu, Prof  Kesi menekankan, perempuan harus bisa memberikan dampak positif, baik bagi diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan sekitar.

''Wanita itu tidak harus sempurna, tetapi harus bisa menginspirasi. Berdaya guna dan tetap berbudaya sesuai nilai-nilai bangsa,'' ujar Prof Kesi dalam talkshow yang dipandu penyiar Elsa Safira.

Lebih lanjut, ia mengatakan, perempuan Indonesia tetap perlu menjaga nilai-nilai kelembutan dan etika sebagai bagian dari budaya timur, namun juga harus adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk di era kecerdasan buatan (AI).

Dalam konteks pendidikan, Prof Kesi menyoroti peran Universitas Semarang (USM) dalam mencetak sumber daya manusia yang berdaya guna dan memiliki jiwa kewirausahaan. Ia mendorong para mahasiswi, khususnya generasi muda yang disebut sebagai ''Kartini muda'', untuk berani keluar dari zona nyaman dan mencoba hal-hal baru.

''Mahasiswi harus berani berkarya dan memiliki jiwa entrepreneurship. Dengan berwirausaha, kita tidak hanya memberdayakan diri sendiri, tetapi juga orang lain di sekitar kita,'' tambahnya.

Peluang Lebar

Terkait peluang perempuan dalam menduduki posisi strategis, Prof Kesi menilai kesempatan saat ini semakin terbuka lebar. Namun demikian, perempuan perlu terus meningkatkan kualitas diri agar mampu bersaing dan mengambil peluang tersebut.

Baca juga: Popsivo Polwan Full Power: Sikat Electric PLN 3-0, Satu Kaki di Podium Juara Ketiga

Dia juga menyoroti tantangan yang masih dihadapi perempuan Indonesia, seperti budaya malu dan kecenderungan untuk tidak proaktif.
Menurutnya, perempuan harus mulai berani mengambil inisiatif dan lebih terbuka terhadap peluang yang ada.

Menutup talkshow, Prof. Kesi menyampaikan pesan kepada seluruh perempuan Indonesia untuk terus berjuang, berkembang, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

''Semangat Kartini harus terus kita hidupkan. Kita harus mampu bertahan, maju, dan sukses, serta ikut memajukan Indonesia,'' pungkasnya.

Dia berharap, talkshow itu dapat menjadi inspirasi bagi para pendengar, khususnya perempuan muda, untuk terus berkarya dan melanjutkan semangat perjuangan Kartini di era modern. (Aji)