SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Universitas Semarang (USM) melalui International Office (IO) menggelar program Summer Space, sebuah ajang pembelajaran lintas negara yang menghadirkan beberapa peserta Internasional dari berbagai negara anggota University Mobility in Asia and the Pacific (UMAP).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Teleconference Lt. 8 Menara USM baru-baru ini menghadirkan Prof Dr Ir Mudjiastuti Handajani, MT dan Prof Dr Ir Kesi Widjajanti SE MM.
Baca juga: Bagi Dosen USM, AI Dinilai sebagai Peluang Baik bagi Dunia Pendidikan
Kegiatan yang berlangsung dua hari itu membahas isu strategis terkait Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDG’s).
Prof Mudjiastuti Handajani membawakan materi “Smart City untuk Mendukung SDG’s 7” yang menekankan pentingnya sinergi antara teknologi, tata kelola kota, dan partisipasi publik.
''Smart City tidak sekadar dipenuhi sensor dan aplikasi digital. Esensinya adalah membangun ekosistem yang cerdas dalam memanfaatkan energi, mengedepankan efisiensi, dan memastikan akses energi terbarukan bagi semua. SDG’s 7 tentang energi bersih dan terjangkau bisa dicapai jika ada kesadaran kolektif, bukan hanya inovasi teknis,'' tegasnya.
Sementara itu, Prof Kesi Widjajanti mengupas tema “Sustainable Economic Growth dalam Mendukung SDG’s 8”. Ia menekankan pertumbuhan ekonomi sejati harus menempatkan kualitas hidup masyarakat sebagai indikator utama.
''Kita sering terjebak mengejar angka pertumbuhan tanpa memperhatikan kualitas pekerjaan dan keberlanjutan sumber daya. SDG’s 8 mengingatkan bahwa pekerjaan layak, distribusi pendapatan yang adil, dan inovasi ekonomi yang ramah lingkungan adalah kunci keberlanjutan,'' paparnya.
Gagasan Global
Kepala Satuan International Office USM, Faisal Yusuf mengatakan, Summer Space dirancang sebagai ruang pertemuan gagasan global dan lokal.
''Program ini adalah titik temu bagi para pemikir muda dari berbagai negara. Kami ingin peserta membawa pulang ide-ide segar yang bisa diadaptasi di negara masing-masing. Selain itu, ini adalah komitmen USM untuk aktif berperan dalam dialog global terkait SDG’s,'' ungkapnya.
Baca juga: Manfaatkan Hibah PKM Kemendiktisaintek, Tim Dosen Unisbank Dorong UMKM Manyaran Bisa Go Digital
Suasana antusias terlihat dari peserta yang berasal dari Asia hingga Eropa. Abbygail Ching dari Filipina mengaku mendapatkan perspektif baru.
''Pembelajaran ini membuka mata saya bahwa konsep Smart City dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan tidak bisa berdiri sendiri. Kedua hal ini saling terkait dalam membangun masa depan yang adil dan berkelanjutan,'' katanya.
Selain sesi materi, peserta juga mengikuti group project, case study, dan kunjungan lapangan ke beberapa titik di Kota Semarang untuk melihat langsung penerapan konsep kota pintar dan inovasi ekonomi kreatif. (Aji)
