SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Tim dosen Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang memanfaatkan dana hibah Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) BIMA tahun 2025 yang didanai oleh Kemendiktisaintek melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, dengan menggelar pendampingan kepada Kelompok Usaha Bersama (KUB) UMKM di Kelurahan Manyaran, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang.
Kegiatan yang dikemas melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat 2025 ''Peningkatan Daya Saing Produk KUB UMKM Manyaran Semarang melalui Pendampingan Usaha Berbasis Platform E-Inkubator Bisnis Guna Mendukung Ketahanan Pangan'' digelar Lt 9 Unisbank, Rabu 13 Agustus 2025.
Baca juga: Bagi Dosen USM, AI Dinilai sebagai Peluang Baik bagi Dunia Pendidikan
Selain mengedukasi 20 pelaku UMKM Manyaran, agenda yang digagas tim Tim dosen penerima hibah yang diketuai Dra Sulastri MKom (Fakultas Teknologi Informasi dan Industri) dan beranggotakan Hari Murti SKom MCs (Fakultas Teknologi Informasi dan Industri) dan Fitika Andraini SH MKn (Fakultas Hukum dan Bahasa) juga launching aplikasi e-Inkubatorbisnis.id serta serah terima alat.
Ketua Tim Sulastri menjelaskan, kegiatan ini bertujuan memperkuat usaha UMKM dengan memanfaatkan teknologi digital melalui platform e-Inkubatorbisnis.id.
Harapannya dengan platform ini, kata dia, UMKM bisa ''Go Digital'' agar mampu meningkatkan omzet dengan teknologi produksi dan pengemasan modern.

Selain itu, bisa memperluas jangkauan pasar lewat pelatihan pemasaran digital dan branding yang lebih kuat. Sasaran selanjutnya bisa mendapat pendampingan legalitas untuk sertifikasi sehingga produk lebih kredibel dan berdaya saing.
''Selama tahun 2025 ini, kami akan banyak menyelenggarakan pelatihan dan pendampingan, diantaranya pelatihan digital marketing dan pengoperasian platform e-Inkubatorbisnis.id, serta production sharing seperti penggunaan vacuum sealer,'' terangnya.
Hadir dalam acara tersebut, Penata Layanan Operasional Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang Andreas Bayu Widhi Hasmoro SPsi, Sekretaris Lurah Manyaran Marfuah SE, Rektor Unisbank Dr Elen Puspitasari SE MSi, dan Direktur Direktorat Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Unisbank Dr Endang Tjahjaningsih SE MKom.
Dalam sambutannya, Andreas Bayu menyampaikan apresiasi kepada Unisbank yang telah mendukung pengembangan UMKM di Manyaran melalui pendampingan digital lewat e-Inkubatorbisnis.id.
Baca juga: Dinilai Tetap Relevan, Wagub Jateng Minta Gerakan Pramuka Terus Digalakkan di Era Gital
Dia berharap, ke depan bisa bersinergi karena di Diskop dan Usaha Mikro juga telah memiliki ''Si UMI'', aplikasi jejaring digital yang telah mendata 30.684 pelaku UMKM.
Kampus Berdampak
Sementara itu, Rektor Unisbank Elen Puspitasari menyampaikan rasa syukur atas lolosnya proposal tim dosen hingga meraih pendanaan pengabdian kepada masyarakat melalui Skema PKM di Kemendiktisaintek.
''Keberhasilan ini tak ini tak lepas dari kemampuan tim yang diketuai Bu Sulastri dalam memotret masalah dengan kamera yang paling bagus. Fokusnya bagus, demikian juga resolusinya. Meleset satu bagian saja tidak lolos proposalnya,'' kata Elen.
Dia berharap, kiprah dan inovasi dosen ini bisa memberi dampak positif bagi KUB UMKM Manyaran. Ini selaras upaya Kemendiksaintek yang mendorong semua perguruan tinggi agar menjadi Kampus Berdampak.
Baca juga: Hari Keempat, Andra and The BackBone Guncang Kendal Open Fair 2025
Peluncuran plafform digital ini, tandas Elen, juga bentuk komitmen Unisbank untuk bersinergi dengan masyarat dalam bidang kewirausahaan agar berkelanjutan di tengah tantangan era digital dan AI.
''Alhamdulillah pada 4-6 Agustus lalu, kami baru saja mendapatkan penghargaan bergengsi Entrepreneurial Marketing Campus for IMPACT 2025 dari MarkPlus Institute. Ini memotivasi Unisbank sebagai kampus berdampak,'' pungkasnya.
Kegiatan pendampingan UMKM Manyaran, juga menghadirkan dua mentor yang sukses dalam usahanya yaitu Nurhayati (CEO CV Elbina Kreasi Utama dari Kudus) dan M Zainudin (Owner Zensy Famous dari Salatiga).
Dalam talkshow tersebut, selain bercerita mengurus hak cipta, Nurhayati sharing soal inovasinya melakukan diversifikasi olahan makanan dan minuman berbahan utama labu kuning, seperti labu celup, pumpkin brownies, tepung labu, stik labu dan dawet labu. Sedangkan Zainudin berbagai pengalamannya tentang jatuh bangun merintis dan membesarkan usahanya di bidang tekstil dan garmen. (Aji)
