LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM – Seorang penumpang KMP Mufidah bernama Primo Lumbantoruan (35), warga Karawang, Jawa Barat, dilaporkan hilang diduga setelah terjatuh ke laut di perairan Bakauheni, Lampung Selatan, Minggu malam (17/8/2025).
Peristiwa ini pertama kali disadari keluarga korban sekitar pukul 18.30 WIB, atau 30 menit setelah kapal bertolak dari Pelabuhan Bakauheni menuju Merak, Banten. Saat itu, keluarga panik karena korban tidak terlihat di dek maupun kabin penumpang.

Pencarian internal yang dilakukan keluarga bersama kru kapal tidak membuahkan hasil. Dugaan korban jatuh ke laut semakin kuat setelah pihak kapal memeriksa rekaman CCTV, yang memperlihatkan seorang penumpang melompat dari sisi kanan kapal.
Kepala Kantor SAR Lampung, Deden Ridwansah, membenarkan adanya laporan tersebut. “Informasi resmi kami terima dari Kapten KMP Mufidah pada Senin (18/8) sekitar pukul 08.45 WIB. Tim Rescue Pos SAR Bakauheni langsung diberangkatkan menuju lokasi untuk melaksanakan operasi SAR,” ujarnya.
Hingga Senin sore, pencarian belum membuahkan hasil. Operasi akan kembali dilanjutkan pada Selasa (19/8/2025) pagi, sesuai rencana operasi hari kedua.
Operasi SAR Gabungan
Proses pencarian melibatkan Tim SAR gabungan dari Kantor SAR Lampung, Polairud Polda Lampung, Lanal Lampung, Polairud Polres Lampung Selatan, KSOP Bakauheni, Pos TNI AL Kalianda, serta nelayan setempat.
Sejumlah peralatan modern diturunkan, antara lain Rigid Inflatable Boat (RIB) 03 Lampung, Aqua Eye (pendeteksi bawah air), Underwater Search Device (UWSD), serta peralatan selam.
Penyisiran dilakukan di sekitar lokasi diduga jatuhnya korban hingga meluas ke perairan Pulau Panjurit dan Pulau Rimau Balak.
Identitas Korban dan Penumpang Kapal
KMP Mufidah pada malam itu mengangkut sekitar 350 penumpang, mayoritas pemudik dan pekerja yang kembali ke Pulau Jawa setelah libur panjang. Korban, Primo Lumbantoruan, diketahui melakukan perjalanan bersama istri dan dua anaknya yang selamat berada di dalam kapal.
Pihak keluarga berharap korban segera ditemukan. “Kami hanya ingin beliau cepat ditemukan, apapun kondisinya,” kata salah satu kerabat korban yang ditemui di Pelabuhan Bakauheni. (Hajim)
-
