Helo Indonesia

LPPM USM Dorong UMKM di Kampung Tematik Teduh Nongkosawit untuk Naik Kelas

Selasa, 19 Agustus 2025 14:01
    Bagikan  
LPPM USM Dorong UMKM di Kampung Tematik Teduh Nongkosawit untuk Naik Kelas

Tim LPPM USM saat melakukan pengabdian masyarakat di Kampung Tematik Teduh Nongkosawit

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Semarang (USM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Melalui program bertajuk ''Peningkatan Penjualan melalui Pelatihan Pemanfaatan Media Sosial pada VILLEX'', LPPM USM menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat di Kampung Tematik ''Teduh'' (Tematik Ekonomi Terpadu Kepoh), Nongkosawit, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, pada Senin 18 Agustus 2025.

Kegiatan ini dipimpin Ketua Dr Tatas Transinata SPd MPd, Kusrin ST MT, anggota Anindya Putri Tamara ST MPWK.

Baca juga: Perahu Diterjang Ombak, Pemancing di Pekalongan Dilaporkan Hilang

Ketua Tim PkM USM, Ketua Dr Tatas Transinata mengatakan, program pengabdian tersebut tidak hanya memberikan transfer ilmu, tetapi juga berorientasi pada implementasi langsung, sehingga manfaatnya bisa dirasakan segera oleh para pelaku UMKM di wilayah Nongkosawit.

Program pelatihan itu dilaksanakan dalam tiga tahapan yang sistematis, yaitu survey lokasi dan identifikasi potensi.

Tim melakukan observasi lapangan untuk melihat kondisi nyata UMKM, sekaligus mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi, mulai dari keterbatasan akses pemasaran hingga minimnya pemahaman mengenai digitalisasi. Selain itu, potensi lokal yang unik di Kampung Tematik Teduh juga dipetakan agar dapat dikembangkan lebih optimal.

''Kami memberikan pelatihan lapangan dengan memberikan materi ''Strategi Promosi Digital''. Tahap inti kegiatan berupa pelatihan langsung kepada para pelaku UMKM,'' tuturnya.
Manfaatkan Medsos
Dalam sesi itu, katanya, peserta dilatih mengenai cara memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi, pembuatan konten kreatif, penggunaan fitur-fitur pemasaran digital seperti marketplace dan ads, hingga strategi membangun interaksi yang efektif dengan konsumen.

''Pendekatan hands-on dipilih agar peserta dapat langsung mempraktikkan apa yang dipelajari dengan menggunakan produk masing-masing','' ujar Tatas.

Baca juga: Penembak Jitu Ukraina Mengklaim Memecahkan Rekor Terjauh Tembakan Mematikan

Dia menambahkan, tahap berikutnya adalah evaluasi dan tindaklanjut. Setelah pelatihan, tim melakukan evaluasi terhadap perkembangan penjualan UMKM yang telah mempraktikkan strategi digital.

''Evaluasi ini menjadi tolok ukur keberhasilan program serta bahan masukan untuk perbaikan dan pendampingan berkelanjutan,'' ungkapnya.

Tatas mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan masyarakat.

''Melalui pengabdian ini, kami berharap UMKM di Kampung Tematik Teduh bisa naik kelas dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran. Digitalisasi adalah kunci agar produk lokal bisa bersaing, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga di pasar yang lebih luas,'' jelasnya.

Baca juga: Dema Fakultas Psikologi USM Gelar Dialog Mahasiswa 2, Sarana Serap Aspirasi

Sementara itu, Kusrin, ST MT menambahkan, kegiatan ini sekaligus menjadi ajang bagi mahasiswa dan dosen untuk terlibat langsung dalam memecahkan persoalan masyarakat.

''Universitas tidak hanya berperan dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan solusi. Inilah semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi yang kami wujudkan,'' ujarnya.

Dia berharap, dengan adanya kegiatan ini, Kampung Tematik TEDUH Nongkosawit dapat menjadi salah satu contoh sukses pengembangan UMKM berbasis media sosial di Kota Semarang.

''Kmai berharap, keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi kampung-kampung tematik lain untuk berinovasi dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai pendorong perekonomian lokal,'' tandasnya. (Aji)