Helo Indonesia

Di HUT RI ke 80, DPD FKKPBM Jateng: Persatuan Indonesia jadi Benteng Terakhir Menuju Indonesa Emas 2045

M. Haikal - Nasional -> Peristiwa
Sabtu, 23 Agustus 2025 00:16
    Bagikan  
HUT RI
Foto: Heloindonesia

HUT RI - Dalam sambutanya Mayor (purn) H.Nasir menegaskan bahwa akan pentingnya arti kemerekaan yang telah di raih di babak pertama oleh para pejuang pendiri negeri ini dan babak berikutnya menjadi tanggung jawab bersama.

HELOINDONESIA.COM - Puluhan anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Komunikasi keluarga Purnawirawan baret merah (FKKPBM) Provinsi Jawa Tengah, menggelar upacara hari ulang tahun (Hut ) Republik Indonesia ke -80 th di halaman Oemah Djoglo Mbah mastur komplek pertokoan pusaka Squer jalan pasar terminal Sukorejo Kabupaten Kendal pada Minggu (17/8/ 2025).

Acara ini di hadiri langsung ketua DPD FKKPBM Jateng ,HR.Mastur dan Pasukan satgas FKKPBM Jateng beserta puluhan warga setempat.

Bertindak selaku Inspektur upacara Mayor (Purn) H.Nasir , dan komandan upacara Kompol Brimob (Purn) Yatin.

Dalam sambutanya Mayor (purn) H.Nasir menegaskan bahwa akan pentingnya arti kemerekaan yang telah di raih di babak pertama oleh para pejuang pendiri negeri ini dan babak berikutnya menjadi tanggung jawab bersama.

Baca juga: Terkuak Jual Beli Bendera PT! Ini Dugaan Praktik Fiktif Belanja Barang dan Jasa di RSUD Kota Tangerang

Ketua DPD FKKPBM Jateng HR .Mastur mengatakan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI Indonesaia yang ke -80 ini merupakan momentum untuk merefleksikan diri tentang perjalanan Bangsa Indonesia selama 80 tahun kemerdekaan .

“Saya mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesaia ke-80 tahub semoga semangat kemerdekaan yang telah menghantar bangsa kita mencape kemajuan yang signifikan dapat terus menjadi motifasi bagi kita semua untuk terus berkontribusi pada pembangunan Bangsa,” ujar Mastur.

Menurutnya sejarah mencatat,17 Agustus 1945 ,adalah titik balik nasib bangsa ini .dengan kebernaian yang melampui rasa takut ,para pendiri bangsa menyatakan kemerdekaan di tengah situasi genting ,tanpa jaminan pengakuan di dunia.

Delapan puluh tahun kemudian Indonesia berdiri sebagai negara berdaulat dengan penduduk lebih dari 280 juta jiwa.

Baca juga: ASN Harus Jadi Role Model, Gubernur Lampung Ingatkan Pentingnya Disiplin dan Kinerja Nyata

Bentangan alam strategis dan kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Namun di balik kebanggaan itu ancaman terhadap kemerdekaan dalam bentuk baru terus mengintai.

"Tantangan Global hari ini tidak lagi terwujud. Senjata kolonial dan invasi militer seperti masa lalu ,melainkan penetrasi ekonomi, pengusaha teknologi ,dan dominasi politik oleh kekuatan besar dunia ,” jelas HR.Mastur .

Ketergantungan pada impor pangan, energi dan teknologi membuat kedaulatan rapuh, perang dagang ,krisis iklim ,dan kompetisi geopolitik di Indo pasifik menuntut untuk tidak hanya pintar bertahan, tetapi juga cerdas mengambil posisi strategis .

Di dalam negeri , lanjut HR.Mastur, ancaman disintegrasi dan polarisasi identitas semakin terasa, politik identitas ,penyebar hoaks, ketidakadilan dan ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah daerah maupun pusat masih menjadi bara yang sewaktu- waktu bisa membesar.

Baca juga: Pemprov Lampung Komitmen Wujudkan APBD 2026 yang Efektif dan Efisien, untuk Pembangunan Berkelanjutan

Di tambah lagi peristiwa yang baru ini di Kabupaten Pati yang telah menyita perhatian secara nasional , merupakan contoh aktual ,betapa kita masih rentan untuk mengamalkan sila ke -3 Pancasila

“Persatuan Indonesia.
HUT RI ke -80 /2025 ini harus menjadi alarm kebangsaan, tidak boleh hanya menjadi seremoni. Bahwa kemerdekaan tidak akan bertahan jika rakyat terpecah. Jika ekonomi hanya untuk menguntungkan segelintir elite,jika keadilan diperjual belikan," paparnya.

Para pendiri bangsa mewariskan pancasila sebagai kompas ,dan sila ketiga yakni persatuan indonesia harus di jaga mati–mati an sebagai benteng terakhir untuk menuju meraih indonesa
Emas 2045.

"Kita membutuhkan kepemimpinan yang visionir berani mengambil rksiko berpihak pada Bangsa dan kesejahteraan rakyat juga bisa membangun Jateng lebih baik," demikian besar HR.Mastur .(Mila )