Helo Indonesia

Kepsek SMAN 9 Jelaskan soal Surat Pernyataan Orangtua Siswi Diduga Korban Bully

Annisa Egaleonita - Nasional -> Peristiwa
Rabu, 17 September 2025 23:05
    Bagikan  
Kepsek SMAN 9 Jelaskan soal Surat Pernyataan Orangtua Siswi Diduga Korban Bully

Gerbang masuk SMAN 9 Bandarlampung (Foto Hajim/Helo)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Kepsek SMAN 9 Kota Bandarlampung Dra Hj Hayati Nufus, MPd menjelaskan soal surat pernyataan orangtua siswi yang diduga korban bullying terkait belum masuknya sang siswi ke sekolah.

"Surat itu gak ada, jadi mohon betul jangan lagi nanya-nanya itu karena memang tidak ada. Jadi kalo, apa ya, ini sudah digoreng-goreng, diplintir-plintir soalnya," katanya kepada Helo Indonesia, Rabu (17/9/2025).

Baca juga: Kadisdikbud Lampung Thomas Investigasi Dugaan Bullying di SMAN 9 Balam

"Yang surat itu, gak pernah kita buat surat kalo dia tidak sekolah dikembalikan ke orangtua, gak ada," katanya. Katanya, pihaknya sudah mau memediasi sampai besok, dia (sang siswi) mau sekolah.

Senin (15/9/2025), pihak sekolah datang baik-baik menanyakan sang siswi untuk datang ke sekolah. Malah, orangtuanya diberikan kesempatan mau mediasi dengan anaknya nunggu tiga hari. "Kita dapet suratnya," katanya.

Baca juga: Di Balik Senyum yang Hilang: Kisah Pilu Siswi SMAN 9 Bandarlampung

Hayati Nufus menyesalkan banyak pihak yang masalah ini ingin gak selesai-selesai, termasuk berita Helo Indonesia.

Sebelumnya, orangtua siswi yang diduga dibullying teman-teman sekolah, ibu dan bapaknya membuat pernyataan batas waktu masuk sekolah putrinya. Jika tidak, sekolah akan mengembalikan sang siswi kepada orangtuanya.

Baca juga: SMAN 9 Balam Bantah Terjadinya Bullying di Sekolahnya, Ini Kronologisnya

Pertama, ketika ibunya menghadap guru BP untuk mengadukan dugaan terjadinya bullying terhadap anaknya. Sang ibu mengaku lalu membuat pernyataan yang isinya jika tak masuk sekolah siapa putrinya dikembalikan orangtuanya.

Kedua, Senin (15/9/2025), orangtua sang siswi kembali membuat surat putrinya ditunggu tiga hari, Kamis (18/9/2025), masuk sekolah.

Sang siswi tak masuk sekolah sudah dua minggu karena mengaku tak kuat lagi dibully kawan-kawannya.

Sudah dua minggu sang siswi tak sekolah karena diduga tertekan jiwanya akibat dibilang hama sebagai orang miskin. Dia juga dibullying tak dapat jatah makanan MBG serta dibilang hamil. Kelompok belajar, sang siswi juga tak diajak kawan-kawannya. (Hajim)