LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Diduga lolos dari pantauan sekolah, lima siswi mendapatkan kekerasan verbal dan fisik dari dua karyawan perusahaan JB di Jalan Ryacudu, Gang Perintis, Kecamatan Sukarame, Kota Bandarlampung.
Para siswi SMK asal Kabupaten Waykanan itu mendapatkan kekerasan saat mereka sedang praktik kerja lapangan (PKL) di pabrik roti tersebut sejak hari pertama. Puncaknya, Rabu (15/10/2025), pukul 09.00 WIB.
Mereka menerima kata-kata kasar yang merendahkan dan kekerasan fisik dengan dijambak, dicekik, hingga disiram air kopi ke wajah mereka. Alih-alih memeroleh perhatian dari sekolahnya, orangtua korban yang justru menyelamatkannya.
Mewakili keempat orangtua siswi lainnya, salah satu oangtua melaporkannya ke Polsek Sukarame, Kota Bandarlampung dengan bukti tanda laporan No. LP/B/B-241/x/2025/SPKT/SEK SKM/RESTA BLM/POLDA LPG.
Menurut pelapor inisial S, pihaknya tidak terima anak mereka diperlakukan seperti itu. Para orangtua menuntut perusahaan memberikan sanksi pemecatan, pihak kepolisian sanksi pidana, dan pemilihan mentalitas anak-anak putri mereka.
Menurut J, pihak managemen telah memanggil kelima siswi dan menasehati kedua pegawai pabrik yang diduga melakukan kekerasan fisik dan nonfisik. (HBM)
