SOLO, HELOINDONESIA.COM - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat atau Keraton Solo kehilangan rajanya, setelah Sri Susuhunan Pakubuwono (PB) XIII meninggal dunia pada Minggu pagi 2 November 2025 dalam usia 77 tahun.
Pakubowono XIII wafat usai menjalani perawatan medis sejak 20 September lalu.
Adik PB XIII, Gusti Kanjeng Ratu Wandansari atau akrab disapa Gusti Moeng memastikan hasil rapat internal para keluarga keraton pemakaman Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Paku Buwono (PB) XIII di Pesanggrahan PB XII kompleks makam Raja Imogiri, Bantul, Yogyakarta pada Rabu lusa 5 November 2025 mendatang.
Baca juga: Lima Daerah di Semarang Raya Siap Selenggarakan Porprov Jateng 2026
Menurut Goes Moeng, saat ini tata cara upacara pemakaman mulai disiapkan. Menurutnya, seluruh urutan prosesi adat, perangkat upacara, dan pihak-pihak yang terlibat telah dirapatkan bersama para pengageng, wakil pengageng, bebadan, serta sentana dalem.
“Keputusan bersama keluarga besar dan bebadan keraton, jenazah almarhum akan terlebih dahulu transit di Rumah Dinas Wali Kota Surakarta, Loji Gandrung, sebelum diberangkatkan menuju Makam Raja-Raja Imogiri, Yogyakarta pada Rabu pekan depan,” ujar Gusti Moeng, Minggu 2 November 2025.
Ia mengatakan tradisi adat yang sudah dijalankan sejak era PB XII akan kembali dilaksanakan secara utuh untuk menghormati kepergian Sinuhun PB XIII.
Di Rumah Sakit
Gusti Moeng mengatakan bahwa PB XIII wafat sekitar pukul 07.30 pagi di RS Indriati Solo Baru setelah sempat menjalani perawatan intensif sekitar satu bulan akibat komplikasi penyakit.
Untuk sakitnya Gula darah tinggi.
“Adang Dal (upacara memasak nasi di dapur) yang digelar 8 tahun sekali yang diikuti PB XIII terakhir sekitar pukul 04.00 pagi pada awal September. Sempat cuci darah karena ginjal, tetapi tidak kuat dihentikan,” kata dia.
Jenazah saat ini, kata dia, tengah disucikan di Masjid Pujosono, dan masyarakat diperkenankan melayat mulai Senin (3/11) pagi. (Aji)
