LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Ratusan hektar tanaman padi petani di sejumlah kecamatan di Lampung Timur terancam puso akibat banjir. Selain merendam sawah petani, air juga sempat menggenangi rumah warga dan badan jalan.
Pemantauan HeloIndonesia.Com, Jumat (26/12), akibat hujan deras dan angin kencang mengguyur sehari sebelumnya, banjir dan lumpur menggenangi rumah warga dan badan jalan. Di Kecamatan Matarambaru, air bah bendungan Way Curup melimpah hingga badan jalan. DI badan jalan, ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. Selain itu, banjir juga menenggelamkan ratusan hektar tanaman padi petani yang masih berusia kurang dari dua bulan.
"Selama puluhan tahun baru kali ini banjir bendungan Way Curup sampai meluap ke badan jalan. Ratusan hektar tanaman padi terancam rusak,"ujar Muhammad Sidik warga setempat.

Selain menenggelamkan ratusan hektar sawah petani dan melimpah ke jalan raya, air bah di bendungan itu juga merobohkan pagar pembatas sepanjang puluhan meter.
"Derasnya air hingga merobohkan pagar pembatas antara bendungan dan jalan,"pungkas Sidik.
Kemudian di Desa Bandaragung Kecamatan Bandar Sribhawono, air bah bercampur lumpur juga menggenangi puluhan rumah warga dan jalan raya. Akibatnya, kendaraan yang melintas harus rela mengantri hingga berjam-jam. Setelah air surut, wargapun membersihkan rumah mereka dari genangan air dan lumpur.
"BPBD sudah dua kali memperingatkan warga terkait cuaca ekstrem. Warga harus waspada selama musim hujan," kata Thabrani Hasym, Kepala BPBD Lampung Timur.
Selain dua kecamatan di atas, banjir juga terjadi di Kecamatan Labuhanratu, Sekampungudik dan termasuk Labuhanmaringgai. Meskipun air bah tak sampai menggenangi permukiman, tapi air bah menggenangi ratusan hektar sawah petani.
"Karena hujan masih terus mengguyur, kami mengimbau warga selalu waspada. Apalagi selain hujan deras, angin kencang juga kerap terjadi,"pungkas Thabrani.
(Khairuddin)
