Helo Indonesia

PT. SRH Molor Kerjakan Irigasi BBWSMS Rp11 M TA 2025 Hingga 2026 di Lamteng

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
Senin, 12 Januari 2026 21:07
    Bagikan  
PROYEK MOLOR
HELO LAMPUNG

PROYEK MOLOR - proyek besar Pengeboran dan Pembanguan Jaringan Irigasi Air Tanah, Tahun Anggaran 2025 senilai Rp11,095 miliar molor 22 hari hingga Senin (12/1/2026) di Kecamatan Bekri, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung.

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Dua proyek besar Pengeboran dan Pembanguan Jaringan Irigasi Air Tanah, Tahun Anggaran 2025 senilai Rp11,095 miliar molor 22 hari hingga Senin (12/1/2026) di Kecamatan Bekri, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung.

Seharusnya, proyek Dirjen Sumberdaya Air Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWSMS) Kementerian Pekerjaan Umum yang dikerjakan PT. SRH tegat waktu pengerjaannta 141 hari terhitung mulai 8 Agustus 2025 hingga 31 Desember 2025.

undefined

Investigasi Helo Indonesia, pekerjaan yang belum selesai bangunan SBP 208. Di bangunan ini, pipa penyambung dari pompa utama ke pipa pembagian belum terpasang. Selain itu, KWH listrik PLN juga belum terpasang, walau jaringan sudah masuk.

Menurut beberapa petani setempat, mereka tak diberitahu apalagi dilibatkan dalam proyek APBN ini. "Kami sebagai petani tidak pernah diajak musyawarah soal adanya proyek besar tersebut," kata seorang petani Sumberjo yang minta identitasnya tak ditulis.

Dia juga belum tahu bagaimana sistem pembagian air. Petani lainnya memastikan proyek besar ini belum dapat dimanfaatkan petani untuk pening katakan produktivitas pertanian.

Dikonfirmasi, Kepala Kampung Kesumadadi Habibullah jug mengaku tidak tahu-menahu adanya proyek pengeboran irigasi air tanah di desanya. "Saya tidak tahu tentang proyek besar itu, sistemnya, bagaimana cara kerjanya, dan lainnya, " katanya

Tumirin selaku pemohon bangunan sumur bor irigasi yang juga kelompok tani di Dusun Sumberejo mengakui Kontraktor tidak pernah ke lokasi proyek. "Saya selaku pemohon sumur bor ke PU dan petani serta pekerja tidak tahu kendalanya, " ujarnya.

Sebagai warga berterima kasih adanya pembangunan tersebut. Tapi kalau tidak bisa difungsikan dengan baik untuk apa," terang Habibullah.

Helo Indonesia telah berusaha menghubungi via ponsel tanggapan pihak kontraktor, Rio, dan Balai Besar Sungai Mesuji Sekampung, Burhan. Namun, mereka belum memberikan tanggapannya.(Zen dan Hajim).