Helo Indonesia

Proyek Irigasi 2025 Belum Operasi 2026, Ini Alasan Pelaksananya

Annisa Egaleonita - Nasional -> Peristiwa
Rabu, 14 Januari 2026 08:16
    Bagikan  
Proyek Irigasi 2025 Belum Operasi 2026, Ini Alasan Pelaksananya

Proyek irigasi air bawah tanah (Foto Zen/Helo)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Walau belum berfungsi hingga awal 2026, pelaksana proyek menyatakan sudah selesai Pembanguan Jaringan Irigasi Air Tanah TA 2025 di Bekri, Kabupaten Lamteng.

Menurut Suwignya Jaya sebagai pelaksana proyek senilai Rp11,095 miliar itu, waktu pengerjaan proyek sudah sesuai dengan jadwalnya 141 hari terhitung mulai 8 Agustus 2025 hingga 31 Desember 2025.

undefined

Terkait jaringan listrik ke proyek irjen Sumberdaya Air Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWSMS) Kementerian Pekerjaan Umum itu, Beluk mengatakan menunggu pihak PLN.

"Kami sudah mengajukan ke PLN, tinggal nanti pihak PLN yang memasang jaringannya," ujarnya kepada Helo Indonesia, Selasa (13/1/2026).

Soal pelaksana tak di lokasi, katanya, ada dan harus berbagi waktu dengan proyek yang sama di Kabupaten Pringsewu. Kemungkinan warga tidak menjumpai pelaksana proyek karena pas di lokasi lain, katanya.

Selama pengerjaan dari awal pihaknya selalu mendampingi para pekerja sampai selesai. Sementara gedung dan fasilitas juga tidak ada masalah, semua sesuai dengan nilai kontrak yang terpampang di papan pemberitahuan.

"Memang irigrasi itu peruntukkannya memasuki musim kemarau, saat itulah jaringan air tanah digunakan untuk mengairi pesawahan, jelasnya.

Suwignya menambahkan, sebelum jaringan listriknya masuk, pihaknya mencoba atau ngetes dengan menggunakan genset dan aliran airnya sudah keluar dari pipa pengeboran.

"Ya nanti setelah listriknya sudah tersambung, mesin untuk irigrasi sudah bisa berfungsi dengan baik," pungkasnya.

Sebelumnya, investigasi Helo Indonesia, pekerjaan yang belum selesai bangunan SBP 208. Di bangunan ini, pipa penyambung dari pompa utama ke pipa pembagian belum terpasang. Selain itu, KWH listrik PLN juga belum terpasang, walau jaringan sudah masuk.

Menurut beberapa petani setempat, mereka tak diberitahu apalagi dilibatkan dalam proyek APBN ini. "Kami sebagai petani tidak pernah diajak musyawarah soal adanya proyek besar tersebut," kata seorang petani Sumberjo yang minta identitasnya tak ditulis.

Dia juga belum tahu bagaimana sistem pembagian air. Petani lainnya memastikan proyek besar ini belum dapat dimanfaatkan petani untuk pening katakan produktivitas pertanian.

Dikonfirmasi, Kepala Kampung Kesumadadi Habibullah jug mengaku tidak tahu-menahu adanya proyek pengeboran irigasi air tanah di desanya. "Saya tidak tahu tentang proyek besar itu, sistemnya, bagaimana cara kerjanya, dan lainnya, " katanya

Tumirin selaku pemohon bangunan sumur bor irigasi yang juga kelompok tani di Dusun Sumberejo mengakui Kontraktor tidak pernah ke lokasi proyek. "Saya selaku pemohon sumur bor ke PU dan petani serta pekerja tidak tahu kendalanya, " ujarnya.

Sebagai warga berterima kasih adanya pembangunan tersebut. Tapi kalau tidak bisa difungsikan dengan baik untuk apa, terang Habibullah.

Helo Indonesia telah berusaha menghubungi via ponsel tanggapan pihak kontraktor, Rio, dan Balai Besar Sungai Mesuji Sekampung, Burhan. Namun, mereka belum memberikan tanggapannya. (Hajim/Zen).