Helo Indonesia

MUI Jateng Dikukuhkan, Gubernur Luthfi Ajak Ulama Jaga Harmoni dan Penggerak Ekonomi Umat

1 jam 23 menit lalu
    Bagikan  
MUI Jateng Dikukuhkan, Gubernur Luthfi Ajak Ulama Jaga Harmoni dan Penggerak Ekonomi Umat

Jajaran pengurus MUI Jateng yang dikukuhkan berpose bersama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Ketua Umum MUI Pusat KH Anwar Iskandar

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah didorong tidak hanya menjadi penjaga harmoni umat, tetapi juga mengambil peran lebih besar dalam menjawab persoalan sosial, menjaga stabilitas daerah, hingga menggerakkan ekonomi masyarakat.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menempatkan MUI sebagai mitra strategis pemerintah untuk memastikan pembangunan berjalan dengan suasana yang aman, guyub, dan berpihak pada kesejahteraan rakyat. Pesan tersebut disampaikan usai menghadiri pengukuhan Pengurus MUI Provinsi Jawa Tengah masa khidmat 2026–2031 di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin 24 Agustus 2026.

"MUI adalah partner collaborative government dalam rangka menjadi cooling system permasalahan-permasalahan di wilayah kita, sehingga tercipta situasi aman sebagai syarat kesejahteraan masyarakat," ujar Luthfi.

pelan

Gubernur mengapresiasi langkah MUI Jateng yang menjalin sinergi dengan perguruan tinggi, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Bank Jateng Syariah, dan media massa. Ia juga mengajak para akademisi di MUI untuk merumuskan kebijakan strategis, memelihara toleransi, serta menyukseskan gelaran Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat nasional di Jawa Tengah.

Baca juga: Beri Pemahaman Hak Hukum, Tim PkM USM Edukasi Warga Binaan Lapas Kelas 1 Semarang

Menurut Luthfi, pergantian kepengurusan MUI bukan sekadar perubahan personel. Momentum tersebut harus menjadi penanda keberlanjutan pengabdian ulama sekaligus memperkuat persatuan umat di tengah berbagai tantangan masyarakat.

Ia menegaskan, pemerintah tidak mungkin membangun Jawa Tengah seorang diri. Kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan, ulama, perguruan tinggi, pelaku ekonomi, dunia usaha, hingga media menjadi bagian penting untuk memperkuat pembangunan.

Karena itu, Luthfi mengapresiasi langkah MUI Jateng yang telah membangun jejaring kerja sama dengan berbagai elemen, di antaranya perguruan tinggi, Masyarakat Ekonomi Syariah, Bank Jateng Syariah, dan media massa.

“Aspek persatuan ini yang harus dikedepankan. Kami percaya bahwa dengan kolaborasi yang terjalin itu menjadi bagian integral dan kebanggaan bersama dalam membangun wilayah,” ujarnya.

Bagi Luthfi, peran MUI menjadi semakin penting ketika pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari terciptanya ketenteraman sosial dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Ketua Umum MUI Pusat, KH Anwar Iskandar juga menekankan pentingnya sinergi ṣadīqul ḥukūmah (mitra pemerintah), penguatan kearifan dakwah, serta dorongan kaderisasi ulama perempuan dan generasi muda dari pesantren, serta ḥimāyatud daulah (menjaga eksistensi negara).

"Bagaimana mewujudkan sinergitas bersama untuk menjaga NKRI dengan baik, menyejahterakan masyarakat, dan menjaga agama supaya baik. Hubungan ini tercermin baik di Jawa Tengah," ungkap KH Anwar Iskandar.

Dalam kondisi tersebut, sinergi ulama dan umaro dinilai menjadi kekuatan penting untuk menjaga persatuan dan menghadapi berbagai persoalan bangsa.

“Bagaimana mewujudkan sinergitas bersama untuk menjaga NKRI dengan baik, menyejahterakan masyarakat, dan menjaga agama supaya baik. Hubungan ini tercermin baik di Jawa Tengah,” katanya.

Baca juga: Gebuk Merden FA 2-0 dengan 10 Pemain, SSB Terang Bangsa Segel Tiket Semifinal

Anwar juga mendorong MUI Jateng dan lingkungan pondok pesantren memperkuat kaderisasi ulama perempuan. Menurut dia, Jawa Tengah memiliki potensi besar untuk melahirkan lebih banyak ulama perempuan yang nantinya ikut berkiprah dalam organisasi dan kehidupan keumatan.

“Kami menantikan lebih banyak ulama perempuan lahir di Jawa Tengah dan ikut berkiprah di Majelis Ulama,” ujarnya.

Ketua Umum MUI Jateng, Prof Dr KH Noor Achmad MA, menegaskan kepengurusan periode 2026-2031 akan memperkuat kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat. Sinergi dengan Pemprov Jateng akan terus dilakukan, termasuk dalam program pemberdayaan ekonomi umat dan syiar keagamaan.

Menurutnya, salah satu fokus yang akan diperkuat adalah bagaimana potensi ekonomi umat dapat berkembang sehingga memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat.

“Kami mencoba untuk bersama Gubernur, bagaimana membangkitkan ekonomi umat terutama ekonomi masyarakat Islam. Sudah ada kerja sama dengan masyarakat ekonomi syariah, rektor, dan media massa,” kata Prof Noor Achmad.

Dengan kepengurusan baru tersebut, MUI Jateng diharapkan tidak berhenti pada fungsi keagamaan, tetapi hadir lebih jauh sebagai jembatan antara kepentingan umat, pemerintah, dunia pendidikan, ekonomi, dan masyarakat luas.

Kolaborasi itu menjadi penting agar nilai-nilai keagamaan tidak hanya berhenti di ruang dakwah, tetapi turut diterjemahkan menjadi kekuatan sosial untuk menjaga persatuan, meredam persoalan di tengah masyarakat, dan mendorong kesejahteraan Jawa Tengah. (Aji)