LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM ----Mengantisipasi banjir saat musim penghujan, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menginstruksikan 20 kecamatan, 126 kelurahan, RT, dan kepala lingkungan (kaling) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan air di wilayah masing-masing.
Menindaklanjuti instruksi tersebut, Kecamatan Tanjung Karang Timur (TKT) bersama Kelurahan Kampung Sawah dan warga setempat bergotong royong membersihkan saluran drainase di sejumlah titik rawan banjir. Kegiatan difokuskan pada area sekitar Pasar Tugu yang kerap mengalami genangan akibat aliran air yang tersumbat.

Camat Tanjung Karang Timur, Dedi Saputra, mengatakan pembersihan dilakukan dengan mengangkat sedimen dan sampah yang menghambat aliran air. Langkah ini merupakan bentuk kepedulian bersama demi menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman bagi warga.
“Ini bukan sekadar membersihkan drainase, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan,” ujarnya, Minggu (18/1/2026).
Dedi menambahkan, kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah banjir.
Dengan drainase yang bersih, risiko genangan air serta potensi penyakit akibat lingkungan yang kotor dapat diminimalisasi.
Namun demikian, banjir masih kerap terjadi. Seorang warga Gang Bluntas RT 08 mengaku wilayah tempat tinggalnya kembali terendam saat hujan turun pada malam sebelumnya. Ketinggian air bahkan mencapai sepinggang orang dewasa.
“Airnya datang dari arah Pasar Tugu dan Jalan Hayam Wuruk. Posisi gang ini cekung, jadi semua aliran air masuk ke sini,” ungkapnya.
Ia menambahkan, meskipun hujan hanya berlangsung sekitar setengah jam, banjir tetap terjadi. Menurutnya, salah satu penyebab utama adalah drainase di sekitar Pasar Tugu yang dimanfaatkan pedagang untuk berjualan sehingga aliran air tidak lancar akibat tumpukan sampah.
“Kami berharap pihak terkait bisa merapikan drainase yang selama ini tidak berfungsi maksimal, apalagi sebagian pedagang berjualan di atas saluran air,” pungkasnya.
(Hajim)
