LAMTIM, HELOINDONESIA.COM — Sehari setelah kunjungan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama sejumlah pejabat tinggi daerah dan TNI, kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sedikitnya ada enam titik api terdeteksi menghanguskan area zona rimba dan zona rehabilitasi, Minggu (25/1/2026). Kebakaran ini terjadi hanya sehari setelah Gubernur Mirza melakukan kunjungan kerja ke TNWK pada Sabtu (24/1/2026).
Baca juga: Dibangun Tanggul TNWK, Bupati dan Warga Terima Kasih pada Prabowo dan Mirza
Kepala Daerah didampingi Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Kristomei Sianturi, serta Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga menyempatkan diri meninjau gajah-gajah jinak (selebjah) seperti Nisa, Pleno, Yulia, serta anak gajah Heti.
Kepala Balai TNWK, MHD Zaidi, membenarkan terjadinya kebakaran di kawasan konservasi tersebut. Berdasarkan laporan awal, api muncul di enam titik yang tersebar di beberapa resort pengelolaan.
“Benar, telah terjadi kebakaran hutan di enam titik, yakni di Resort Rawa Bunder, Resort Susukan Baru, Resort Toto Projo, dan Resort Umbul Salam,” ujar Zaidi, Senin (26/1/2026).
Baca juga: Pangdam Siap Terjunkan Prajurit Halau Gajah Liar di Perbatasan TNWK
Zaidi menjelaskan upaya pemadaman dilakukan secara intensif oleh petugas gabungan. Untuk dua lokasi, yakni Resort Susukan Baru dan Resort Rawa Bunder, api berhasil dipadamkan pada Minggu malam sekitar pukul 19.45 WIB.
Sementara kebakaran di Resort Toto Projo dan Resort Umbul Salam baru berhasil dijinakkan pada Senin pagi. Meski api telah dipadamkan, petugas TNWK masih bersiaga di lapangan.
“Tim saat ini masih melakukan ground check dan pemantauan lanjutan untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak muncul kembali,” jelasnya.
Hingga kini, Balai TNWK belum dapat memastikan luas lahan yang terbakar maupun kemungkinan adanya satwa yang terdampak atau ditemukan mati akibat kebakaran tersebut.
“Pendataan masih berlangsung. Luasan lahan terbakar dan temuan satwa mati belum dapat kami pastikan,” kata Zaidi.
Terkait penyebab kebakaran, Balai TNWK bersama instansi terkait masih melakukan penyelidikan mendalam. Belum ada kesimpulan apakah api dipicu faktor alam atau ulah manusia.
“Penyebab kebakaran masih kami dalami. Mohon waktu, petugas masih bekerja di lapangan,” pungkas Zaidi.
Kebakaran ini kembali menjadi sorotan, mengingat TNWK merupakan kawasan konservasi penting di Lampung dan habitat satwa langka, termasuk gajah Sumatera, yang sehari sebelumnya baru saja mendapat perhatian khusus dari Gubernur Lampung dan jajaran pejabat daerah. (HBM)
