LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Masyaallah. Sebuah pemandangan langka mengejutkan warga Kota Tapis, Ahad (22/2/2026). Sekawanan burung rangkong terlihat singgah di pekarangan rumah warga di Kelurahan Sumur Putri, Kecamatan Telukbetung Utara, Kota Bandarlampung.
Momen tak biasa itu terekam dalam sebuah video pendek yang dikirimkan Hanisa Dian Aprilia, warga Jalan Pangeran Emir M. Noer, Sumur Putri, yang juga tergabung dalam grup Ruang Dialektika Helo Indonesia Lampung.
Dalam video tersebut, tampak beberapa ekor rangkong hinggap di pepohonan sekitar permukiman warga, seolah tengah mencari makan.
“Sepertinya mereka hanya singgah sebentar, mungkin sedang mencari makanan,” tulis Hanisa.
Hanisa—yang akrab disapa Lia—mengungkapkan lokasi kejadian tak jauh dari kediamannya. “Dekat rumah saya. Keren, ya. Mungkin mereka turun dari Gunung Betung untuk mencari makan,” ujarnya.
Lia juga menyebutkan adanya informasi tambahan dari media sosial yang menyebut kawanan burung tersebut diduga berasal dari penangkaran. “Ada juga info di TikTok yang bilang kemungkinan burung peliharaan dari Hotel JW Marriott yang lepas,” tambahnya.
Pola Makan dan Habitat Rangkong
Berdasarkan sejumlah sumber ilmiah, burung rangkong—seperti Julang Emas dan Rangkong Papan—memiliki pola makan utama berupa buah-buahan hutan dan serangga.
Di Lampung, habitat alaminya antara lain kawasan Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman serta hutan-hutan di sekitar Bandarlampung.
Buah ara (Ficus spp) menjadi makanan favorit rangkong dan menyumbang lebih dari 70 persen asupan harian mereka. Selain itu, rangkong juga memakan buah hutan berdaging tebal yang kaya energi, serangga seperti belalang dan kumbang, hingga hewan kecil seperti kadal dan ular. Ulat kerap menjadi pakan utama untuk anakan di dalam sarang.
Jurnal Sylva Lestari mencatat, di Lampung burung rangkong umumnya menghuni hutan tropis berbukit dengan pepohonan tinggi di atas 17 meter, yang menyediakan sumber pakan melimpah.
Burung Ikonik yang Terancam
Dinas Kehutanan Provinsi Lampung menjelaskan, rangkong—atau juga dikenal sebagai burung enggang—merupakan burung berukuran besar dari keluarga Bucerotidae yang tersebar di Asia dan Afrika. Ciri khasnya adalah paruh besar dengan tonjolan menyerupai tanduk (casque) di bagian atas.
Rangkong dikenal hidup monogami. Saat betina bertelur, ia akan mengurung diri di dalam lubang pohon yang ditutup lumpur oleh sang jantan, menyisakan celah kecil untuk suplai makanan hingga anak siap terbang.
“Rangkong memiliki peran penting dalam penyebaran biji-bijian. Mereka membantu regenerasi hutan melalui biji yang tersebar dari sisa pakan,” tulis Dishut Lampung. Namun, sejumlah spesies seperti Rangkong Gading (Rhinoplax vigil) kini terancam punah akibat perburuan dan rusaknya habitat.
Casque rangkong gading kerap diburu karena bernilai tinggi di pasar gelap sebagai bahan kerajinan.
Rangkong di Lampung
Di wilayah kerja KPH Batutegi, Kabupaten Tanggamus, tercatat dua spesies utama rangkong, yakni rangkong badak (Buceros rhinoceros) dan rangkong gading.
Rangkong badak memiliki tubuh besar dan casque melengkung menyerupai tanduk badak, berwarna oranye kemerahan. Burung ini kerap terlihat terbang di atas kanopi hutan dengan suara kepakan sayap yang khas.
Sementara rangkong gading memiliki casque padat berwarna gading keemasan yang menjadikannya sasaran utama pemburu. Populasinya semakin langka akibat deforestasi dan perburuan liar, menjadikan KPH Batutegi sebagai salah satu kawasan penting bagi upaya pelestariannya.
“Kedua spesies ini memegang peran vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan, khususnya dalam penyebaran biji-bijian,” tutup Dishut Lampung.(Muzzamil)
