Helo Indonesia

Kasus HIV di Bandarlampung Tembus 465, Diskes Tegaskan Bukan Darurat Melainkan Keberhasilan Screening

Selasa, 24 Februari 2026 20:58
    Bagikan  
Kasus HIV di Bandarlampung Tembus 465, Diskes Tegaskan Bukan Darurat Melainkan Keberhasilan Screening

Kadiskes Kota Bandarlampung Muhtadi A.Tememggung

LAMPUNG HELOINDONESIA.COM- Tingginya angka temuan kasus HIV di Kota Bandarlampung belakangan ini menjadi sinyal darurat wabah baru.

Berdasarkan laporan terbaru dari Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Bandarlampung, dengan jumlah sebanyak 465 kasus baru HIV dalam periode Januari hingga Oktober 2025.temuan kasus baru HIV di Kota Bandarlampung sepanjang tahun 2025.

Secara spesifik untuk kasus yang sudah masuk tahap AIDS, tercatat sebanyak 89 kasus baru hingga September 2025.

Bandarlampung menjadi daerah dengan angka temuan kasus HIV/AIDS tertinggi di Provinsi Lampung. Angka ini menunjukkan trend peningkatan dibandingkan tahun 2024, di mana pada periode yang sama (Januari-Juni 2024) tercatat sekitar 291 kasus.

Ini menjadi fenoma luar biasa bagi kota Bandarlampung yang menjadi tujuan wisatawan luar maupun lokal.

Kadiskes Kota Bandarlampung Muhtadi A.Tememggung menjelaskan, pihaknya berupaya menerapkan strategi jemput bola dengan turun langsung ke berbagai lokus.

" Dari hasil capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk penapisan (screening) HIV melampaui target hingga lebih dari 119 persen.Tingginya angka temuan justru menunjukkan keberhasilan pelacakan," terangnya.Selasa.( 24/2/2025).

"Jika capaian sudah di atas 100 persen, artinya mitigasi risiko keberlanjutan penyebaran sudah kita tangani. Ini bukan darurat, melainkan bukti keseriusan kita memutus mata rantai penularan menuju target Eliminasi HIV 2030,” ujarnya..

" Usaha yang di telah dilakukan untuk mencegah penyebaran HIV AIDS , dengan melakukan sosialisasi,melalui Puskesmas, Pos Kesehatan Kelurahan.lebih kepada memberikan pemahaman terkait menular tersebut.

Saat ini dinkes memfokuskan screening terhadap delapan kelompok indikator SPM, yakni ibu hamil, penderita TBC, penderita Infeksi Menular Seksual (IMS).

Kemudian Wanita Pekerja Seksual (WPS), Lelaki Seks Lelaki (LSL), waria, Pengguna Narkoba Suntik (Penasun), serta Warga Binaan Pemasyarakatan.

Terkait temuan reaktif, termasuk 227 kasus pada kelompok LSL, dr. Liskha menegaskan bahwa angka tersebut merupakan hasil kerja aktif petugas di lapangan.

Semakin cepat ditemukan, semakin cepat pula pasien mendapatkan akses pengobatan sehingga potensi penularan dapat ditekan.

Khusus ibu hamil, Diskes menerapkan program Triple Eliminasi secara gratis. Setiap ibu hamil wajib menjalani screening HIV, sifilis, dan hepatitis guna mencegah penularan dari ibu ke bayi.

Kemudian, untuk layanan pengobatan, sebanyak 31 puskesmas di Bandarlampung telah memberikan layanan Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP).

Diskes juga menerapkan strategi Fast Track 95-95-95, yakni 95 persen Orang Dengan HIV (ODHIV) terdiagnosis, 95 persen mendapatkan terapi Antiretroviral (ARV), dan 95 persen mencapai supresi virus.

"Pasien yang rutin minum obat sesuai dosis dapat menekan jumlah virus dalam tubuhnya. Dengan kondisi tersupresi, virus tidak lagi mudah menular dan harapan hidup tetap panjang serta produktif,” jelasnya.

Selain itu, guna dalam menjangkau lokus khusus seperti tempat hiburan malam, Diskes menggandeng lintas sektor, mulai dari Dinas Pariwisata, Dinas Sosial, Babinkamtibmas, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga komunitas Indonesia AIDS Coalition (IAC).

Pemkot Bandarlampung juga menjamin penuh kerahasiaan identitas pasien secara by name by address.

Diskes mengimbau masyarakat tidak mudah terpengaruh hoaks. HIV tidak menular melalui pelukan, sentuhan, berbagi alat makan, obrolan, maupun penggunaan toilet umum.

"Penularan hanya terjadi melalui kontak darah, hubungan seksual tidak aman, serta dari ibu positif ke anak yang dikandungnya," ( Hajim).

Tags
kasus HIV