JAKARTA, HELOINDONESIA.COM - Massa BEM UI (Badan Eksekutif Mahasiwa Universitas Indonesia) berunjuk-rasa di depan Mabes Polri, di mana salah satu tuntutannya meminta diusut tuntas terbunuhnya seorang pelajar di Tual, berinisial AT (14), oleh oknum Brimob.
Mengatisipasi demo tersebut, Polda Metro Jaya menurunkan sebanyak 3.992 personel dikerahkan, terdiri atas 3.093 personel Polda Metro Jaya dan diperkuat personel dari polres jajaran.
"Pelibatan personel ini dilakukan untuk memastikan aksi berjalan tertib, sekaligus menjaga agar aktivitas masyarakat tetap kondusif, khususnya pada bulan suci Ramadan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, pada Jumat (27/2/2026) di Jakarta.
Dia katakan, Polri hadir dengan mengedepankan pendekatan humanis dan memperhatikan hak asasi manusia.
Baca juga: Koordinator MAKI Ultimatum Kejaksaan Agung, Buru Buronan Raja Minyak Riza Chalid
“Polisi berperan sebagai penjaga kehidupan, pembangun peradaban, dan pejuang kemanusiaan. Dalam pelaksanaan tugas, kami mengedepankan pelayanan, perlindungan, serta penegakan hukum secara humanis,” ujarnya.
Menurutnya, ribuan personel tersebut ditempatkan di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan pusat aktivitas masyarakat dan jalur lalu lintas utama.
Penempatan ini bertujuan agar hak konstitusional masyarakat dalam menyampaikan pendapat tetap terlindungi tanpa mengganggu kepentingan umum.
“Hak menyampaikan pendapat dilindungi undang-undang dan kami menjamin itu. Namun, kami juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga ketertiban serta tidak mudah terprovokasi,” kata Budi.
Polda Metro Jaya juga menyiapkan rekayasa lalu lintas dan pengalihan arus secara situasional sesuai perkembangan di lapangan.
Kepada peserta aksi, pihaknya meminta agar penyampaian pendapat dilakukan secara damai dan tertib, serta tetap menjaga norma, etika, dan nilai toleransi selama Ramadan.
