Helo Indonesia

Personel Basarnas Semarang Dilatih Tangani Kecelakaan Mobil Listrik

Rabu, 11 Maret 2026 07:16
    Bagikan  
Personel Basarnas Semarang Dilatih Tangani Kecelakaan Mobil Listrik

Anggota Basarnas Semarang saat dikenalkan teknologi mobil listrik untuk antisipasi jika terjadi kecelakaan

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Pengguna mobil listrik di Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi. Tercatat pada tahun 2024 jumlah penjualan mobil listrik/EV (Electric Vehicle) yang hanya 43.188 unit, namun di tahun 2025 kemarin melejit  menjadi 103.931 unit.

Dengan meningkatnya jumlah pengguna mobil listrik maka kemungkinan terjadinya kecelakaan yang melibatkan mobil listrik akan makin sering terjadi.

Basarnas Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang yang tupoksinya salah satunya adalah penanganan kecelakaan dengan penanganan khusus atau KPK melihat adanya perhatian khusus dalam penanganan korban terjepit akibat kecelakaan mobil khususnya mobil EV.

Baca juga: Dosen Fakultas Ekonomi USM Jadi Asesor Eksternal UKK di SMK Palebon Semarang

Guna meminimalisasi hal-hal yang tidak diinginkan selama penanganan korban kecelakaan mobil EV, maka Kantor SAR Semarang mengundang perwakilan dealer mobil EV di Semarang yakni BYD Haka Auto untuk dapat memperkenalkan mobil EV ke personel Kantor SAR Semarang yang mana kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa 10 Maret 2026.

"Kami menghadirkan tim dari dealer BYD Semarang untuk dapat mengenalkan mobil listrik dengan cara kerjanya bagaimana dan apa yang bisa dan tidak bisa kami lakukan saat menangani kecelakaan mobil listrik yang penumpangnya terjepit kabin,"terang Budiono Kepala Kantor SAR Semarang.

"Kegiatan ini bertujuan untuk menghindarkan personel kami dari hal-hal yang dapat membahayakan keselamatan mengingat penanganan korban terjepit pada mobil listrik belum pernah kami lakukan sebelumnya"sambungnya kemudian.

Teknologi Sistem Kelistrikan

Dalam kegiatan tersebut, tim dari BYD memberikan pemaparan mengenai teknologi kendaraan listrik serta karakteristik sistem kelistrikan yang digunakan pada mobil listrik. Materi yang disampaikan juga mencakup prosedur keselamatan serta langkah-langkah penanganan apabila terjadi kondisi darurat seperti kecelakaan yang melibatkan kendaraan listrik.

Baca juga: Tim SAR Hentikan Pencarian Dua Penambang Pasir yang Tersapu Lahar Dingin di Magelang

Pada kesempatan tersebut, selain pemaparan materi pihak dealer BYD juga menampilkan dua unit kendaraan listrik untuk diperkenalkan secara langsung kepada peserta, yaitu BYD Sealion 7 dan BYD M6. Para pegawai dapat melihat secara langsung fitur, sistem keamanan, serta komponen penting pada kendaraan listrik yang perlu diperhatikan dalam situasi darurat.

"Melalui kegiatan ini diharapkan personel SAR Semarang dapat menambah wawasan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi kejadian yang melibatkan kendaraan listrik, sehingga proses pertolongan dan penyelamatan dapat dilakukan dengan lebih aman dan efektif," pungkas Budiono. (Aji)