Helo Indonesia

Obituari Papi Tamanuri, Jejak Dedikasi Hingga Napas Terakhir

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
Selasa, 24 Maret 2026 08:40
    Bagikan  
-
HELO LAMPUNG

- - Prosesi pemakaman Tamanuri

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Kabar wafatnya Tamanuri, Bupati pertama Kabupaten Waykanan, menjadi duka mendalam bagi masyarakat Lampung. Kepergiannya pada Senin (23/3/2026) menambah deret kehilangan tokoh daerah dalam waktu berdekatan.

Sebelumnya, Lampung juga berduka atas wafatnya Netti Herawati serta mantan Wali Kota Metro, Mozes Herman. Kini, sosok yang akrab disapa “Papi” Tamanuri itu pun berpulang, meninggalkan jejak panjang pengabdian.

undefined

Agung menggotong jenazah ayahanda bersama kerabat ke peristirahatannya yang terakhir (Foto Diskominfotik Lampung) 

Hingga napas terakhir, Tamanuri masih menjabat anggota DPR RI dan pada 1 Agustus 2025 didampuk sebagai Ketua Forum Purnabakti Kepala Daerah (FPKD) Lampung; forum informal mantan kepala daerah se-Lampung. 

Kabar duka pertama kali disampaikan oleh putra sulungnya, mantan Bupati Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara. “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah meninggal dunia orang tua kami, Tamanuri bin Hakim Raja Hukum, pada Senin, 23 Maret 2026 pukul 07.30 WIB di RS Royal Taruma, Jakarta,” ujarnya.

undefined

Gubernur Mirza melepas kepergian almarhum (Foto Diskominfotik Lampung) 

Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka di Jalan Sultan Agung, Wayhalim, Kota Bandarlampung, sebelum dimakamkan. Pihak keluarga juga memohon doa dan maaf atas segala khilaf almarhum semasa hidupnya.

Tamanuri tutup usia di umur 73. Lahir di Bunga Mayang, Lampung Utara 8 Agustus 1952; lulusan SDN Ketapang, Bunga Mayang 1959–1965, muhibah studi di SMPN 2 Tanjungkarang kini Bandarlampung 1965–1967, SMAN 1 Bandarlampung 1967–1970, Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Tanjungkarang 1970–1976, diterima jadi birokrat PNS sejak 1977, Magister Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara (LAN) Jakarta 2004, pensiun pas tahun reformasi.

undefined

Jejak Pengabdian

Tamanuri tercatat sebagai bupati pertama Waykanan selama dua periode (2000–2010). Pada masa awal berdirinya kabupaten tersebut, Tamanuri berperan besar membangun fondasi pemerintahan dan mendorong percepatan pembangunan daerah.

Sadar bahwa Waykanan ibarat bayi baru lahir, otonomisasi daerah pascareformasi dengan perluasan kewewenangan kepala daerah pasca-Orde Baru deras mengalir, sadar itu, Tamanuri, aktif lobi pemerintah pusat, terutama terkait kue anggaran daerah.

Pengalamannya mempunyai, dia jebolan Kursus Kepemimpinan Pemerintahan Dalam Negeri (Suspim) di Jakarta 1987, Sekolah Pimpinan Madya (Spadya) Bandung 1993, dan Sekolah Pimpinan Menengah (Spamen) Jakarta 1997; ini tercatat menjadi salah satu bupati asal Sumatra yang vokal, dan aktif lobi pemerintah pusat, terutama terkait kue anggaran daerah.

Pascaterlantik tak menunggu lama, dia bersama 25 sejawat
bupati lainnya segera menyambut gayung Mendagri saat itu Soerjadi Soedirdja instruksikan bentuk wadah kerja sama antarpemerintah kabupaten se-Indonesia. Pun didukung Menteri Negara Otonomi Daerah cum Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD) Prof Ryaas Rasyid.

Lahirlah Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), dideklarasikan Tamanuri dkk 30 Mei 2000 turut disaksikan kedua menteri. Walau 26 yang hadir, nun secara keanggotaan menganut stelsel pasif, Pemkab se-NKRI yang kini berjumlah 416 otomatis anggota APKASI.

Dan Tamanuri? Dia didapuk menjadi Ketua Umum pertama. Dua periode pula sama dengan periode kepemimpinan di kabupaten berjuluk Bumi Ramik Ragom itu.

Mulailah jibaku, jibaku dobel Tamanuri. Bangun Way Kanan, perjuangkan kepentingan ratusan kabupaten se-Tanah Air, sekaligus. Sebagai ketum asosiasi yang bertugas penting bertujuan meningkatkan peran otonomi daerah di tingkat kabupaten berjalan dengan baik, memiliki semangat kuat dalam membangun daerahnya dan sebagai mitra strategis pemerintah pusat dan kabupaten.

Tugas itu antara lain sebagai penyedia advokasi, mediasi dan fasilitasi bagi Pemkab dengan pemerintah pusat dan instansi lainnya dalam penyelenggaraan pemerintahan di daerah sesuai dengan hakikat otonomi daerah.

Lalu fungsinya sebagai mitra kritis dan strategis pemerintah pusat dalam penyusunan kebijakan nasional soal Pemda; fasilitator dalam memperjuangkan kepentingan dan aspirasi daerah kepada pemerintah; memfasilitasi kerja sama antar daerah dalam peningkatan kapasitas dan pengembangan potensi ekonomi; memfasilitasi pertukaran ide, informasi dan pengalaman antar pemda; mendorong promosi potensi daerah untuk meningkatkan pencitraan daerah hadapi persaingan regional dan global; mitra pemerintah dalam diseminasi dan sosialisasi peraturan perundang-undangan serta kebijakan di bidang otonomi daerah.

Lelahnya, jangan ditanya. Dalam kesempatan berbincang ringan di Sheraton (kini Hotel Akar) circa 2008, Tamanuri diplomatis menjawab, itu; saat ditanya adakah jalan buntu, pergulatan kepentingan sengit, dalam upaya gigihnya memperjuangkan kepentingan daerah, yang menurut dia terberat dipecahkan, disolusikan bareng pemerintah. "Hehe itu jangan ditanya Dinda," sahutnya terkekeh kala itu.

Sukses memimpin Waykanan dan pengabdian publiknya tercermin dari sejumlah raihan penghargaan. Sebut mulai dari Penghargaan Manggala Karya Kencana BKKBN (2002), Satyalancana Wira Karya Menteri Koperasi; Satyalancana Satya disusul Satyalancana Wira Karya 2004, Satyalancana Pembangunan 2006, dan Satyalancana Karya Satya 30 Tahun (2007) dari Presiden RI, Lencana Melati Kwarnas Pramuka (2009), serta Bintang Legiun Veteran RI (2009). 

Mendiang, per 1 Agustus 2025, didapuk sebagai Ketua Forum Purnabakti Kepala Daerah (FPKD) Lampung; forum informal mantan kepala daerah se-Lampung. Tamanuri didaulat menggantikan mantan Wagub Lampung Bachtiar Basri yang wafat 14 Mei 2025.

Setelah menuntaskan pengabdian sebagai kepala daerah dan lainnya, Tamanuri melanjutkan kiprah di dunia politik. Ia terpilih sebagai anggota DPR RI dari Partai NasDem selama dua periode sejak 2014, mewakili daerah pemilihan Lampung II.

Di parlemen, ia dikenal sebagai sosok tenang namun efektif, serta konsisten memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya pembangunan infrastruktur di daerah.

undefined

Sosok yang Dikenang

Bagi banyak orang, Tamanuri bukan sekadar pejabat, melainkan figur panutan. Kesederhanaan dan komitmennya menjadikannya dekat dengan masyarakat. Salah satu warga mengenang jasanya dalam pembangunan jembatan gantung di desa mereka. “Kami tidak akan melupakan perjuangan beliau,” ujarnya.

Suasana duka tampak di rumah duka. Ratusan pelayat dari berbagai kalangan hadir memberikan penghormatan terakhir. Karangan bunga berjejer panjang di sepanjang jalan, menjadi tanda cinta dan kehilangan.

Ucapan duka pun mengalir dari berbagai kalangan—tokoh masyarakat, politisi, hingga warga. Mereka mengenang Tamanuri sebagai pribadi penuh dedikasi. “Beliau orang baik. Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya dan menerima amal ibadahnya,” ujar salah satu tokoh pemuda Lampung.

"Selamat jalan Pak Tamanuri yang telah mengusahakan Jembatan Gantung Desa Adiwarno, tinggalanmu akan selalu dikenang sepanjang hayat," doa Darman, warga Desa Adiwarno, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur. 

"Rame banget," info singkat nyonya rumah, mewarta situasi saat kebetulan melintas Jl Sultan Agung depan rumah duka mendiang guna keliling halal bihalal Idulfitri, Senin petang.

Tak kurang dari Gubernur Lampung cum Ketua DPD Partai Gerindra Lampung Rahmat Mirzani Djausal beserta Ketua DPRD Lampung cum Sekretaris Partai Gerindra Lampung Ahmad Giri Akbar, Ketua Partai NasDem Lampung Herman HN didampingi sekretaris Fauzan Sibron beserta anggota DPR/MPR dapil Lampung I dari Fraksi NasDem Rahmawati Herdian, pun hadir Mustafa dan Nessy Kalvia, fungsionaris NasDem berbagai tingkatan juga asal parpol lainnya.

Tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan masyarakat adat/hukum adat, tokoh asal Way Kanan dan Lampung Utara, pimpinan instansi vertikal mitra kerja Komisi V DPR, dan banyak lagi, membaur bersama jiran tetangga kediaman mendiang guna melayat.

Belum lagi yang mewakilkan ungkapan belasungkawa turut kehilangan mendalam atas kepergian almarhum, sekaligus mewakilkan penghormatan terakhir, melalui sebait kalimat karangan bunga papan ucapan duka yang berjejer rapi ratusan meter di sepanjang jalan utama tersebut.

Saat mobil jenazah inventaris Setjen DPR RI bernomor polisi B 7427 PPA tiba di rumah duka, tampak sulung Agung Ilmu Mangkunegara turun dari kursi depan sisi sopir, langsung menyalami para pentakziah yang telah menanti kedatangan jenazah mendiang sejak bada Zuhur.

Tanda pilu kehilangan, mata Agung yang kini jua aktif bergabung sebagai bagian anggota komunitas suporter klub sepakbola Bumi Ruwa Jurai, Sikambara Lampung, pimpinan Junaedi Minang Indah itu, terlihat sedikit sembab.

"Mohon dimaafkan segala kesalahan dan khilaf almarhum semasa hidup serta mohon doa dari bapak/ibu sekalian. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT," khaturnya.

"Turut berduka cita," takzim duka mantan anggota DPRD Lampung 2004–2009 dapil V Lampung Utara-Way Kanan Fraksi Demokrat, pegiat Ikatan Alumni Universitas Islam Indonesia (UII) Lampung Ketua Umum Laskar Lampung Indonesia sejak 2022, eks Komandan Bidang Konsolidasi Daerah Tim Pemenangan Terpadu (TPT) Mirza-Jihan Pilgub Lampung 2024, Nerozely HS Koenang, kuarsa 08.33 WIB.

"Saya bersaksi beliau orang baik. Semoga Allah Ta'ala memaafkan segala kesalahannya, menerima segala amal baiknya, diberi kesabaran bagi keluarga yang ditinggalkan. Aamiin," larung lara tokoh pemuda Lampung Utara, militan Mirza-Jihan lainnya, Aga Gumantara.

"Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Roji'un. Aleaza' likuli ma lah hayatun, jaeal Allah lah 'ajla. fasbir ealaa hadhih alhadithat alati hadathat lika. Sadaquni, hunak bialtaakid hikmat wara' kuli hadha. Atas nama pribadi dan keluarga turut berduka cita mendalam. Semoga almarhum Papi Tamanuri bin Hakim Raja Hukum, husnul khotimah. Aamiin Ya Rabbal Alaamiin," khatur Adjo Supriyanto, advokat kantor hukum Wahrul Fauzi Silalahi SH dan Rekan.

Senada, Ketua Komisi Informasi (KI) Lampung, Rizal. "Semoga husnul khotimah, diampuni dosa-dosa dan diterima amalnya dan di tempat terbaik di sisi Allah SWT. Aamiin," khaturnya di kolom komentar unggahan duka Agung. Berkomentar lainnya, "Bapak orang baik," timpal prajurit Brimob Polri sejak 2012 Teguh Widi.

"Turut berdukacita sedalam-dalamnya," ucap salah satu tokoh warga petani WaykKlanan, mantan aktivis Keluarga Besar Rakyat Blambangan Umpu (KBRBU) era reformasi, Sekretaris Partai Rakyat Demokratik (PRD) Lampung Utara Pemilu 1999, Sekretaris PRD Lampung 2001 dan Ketua PRD Lampung ke-3 kurun 2001–2002, Anwar Syarifudin.

"Kami mewakili seluruh masyarakat Mesir Ilir turut berduka cita atas meninggalnya Bapak Haji Tamanuri Bin Hakim Rj Hukum. Semoga amal ibadah beliau bisa diterima di sisi Allah SWT, diampuni segala kesalahannya, ditempatkan di surgaNya. Terima kasih Pak Tamanuri, atas segala gagasan, ide dan dedikasinya, semoga menjadi amal jariyahmu. Aamiin Allahumma Aamiin," ujar satu tokoh setempat.

Turut terpukul kehilangan, "Ya Tuhan. Lancarkanlah jalan almarhum Ayahanda Tamanuri ke surgaMu ya Allah. Beliau pribadi yang baik. Husnul khotimah. Berilah ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan," tutur Heru Listanto, salah satu fungsionaris DPW Partai NasDem Lampung mendampingi ketuanya, Herman HN.

Langit mendung yang sesekali disertai gerimis seolah ikut mengiringi kepergian sang tokoh. Selamat Jalan, Sang Pengabdi. Lebih dari dua dekade pengabdian—sebagai birokrat, kepala daerah, hingga legislator—telah ditorehkan Tamanuri. Jejak perjuangannya akan selalu hidup dalam ingatan masyarakat Lampung.

Keluarga besar Helo Indonesia turut berduka cita yang mendalam. Selamat jalan, Papi Tamanuri. Jasa dan pengabdianmu akan selalu dikenang. Semoga husnul khatimah. (Muzzamil)