Helo Indonesia

Liburan Lebaran Berujung Duka, 3 Nyawa Hilang di Pantai Mandiri, Pesibar

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
Selasa, 24 Maret 2026 20:18
    Bagikan  
TENGGELAM
HELO LAMPUNG

TENGGELAM - Ilustrasi tiga pria terseret arus laut (Helo)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Suasana libur Lebaran yang seharusnya penuh kebahagiaan berubah menjadi duka mendalam di Pantai Mandiri Sejati, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar). Dalam satu hari, tiga nyawa melayang akibat tenggelam di pantai tersebut, Senin (23/3/2026).

Korban pertama adalah Muhammad Alfareza, remaja asal Dusun Kalipasir, Kecamatan Bandarnegeri Suoh, Kabupaten Pesibar. Ia tenggelam sekitar pukul 14.00 WIB saat mandi bersama rekan-rekannya. Keceriaan siang itu mendadak berubah menjadi kepanikan ketika tubuhnya tak lagi terlihat di permukaan air.

Belum reda duka atas kejadian tersebut, petaka kembali terjadi pada sore harinya. Sekitar pukul 18.00 WIB, dua pengunjung lain, Muhammad Fuad Abdullah, warga Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, dan Aulia Ulwan, warga Kebun Tebu, Kabupaten Lampung Barat juga dilaporkan tenggelam di lokasi yang sama.

Upaya pencarian pun dilakukan secara intensif oleh Tim SAR Gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, Polairud, TNI AL, aparat kecamatan, aparat pekon, serta masyarakat setempat. Pada Selasa (24/3/2026), sekitar pukul 17.30 WIB, kedua korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Jenazah Muhammad Alfareza telah lebih dulu ditemukan pada pagi harinya. Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian resmi dihentikan. Ketiga jenazah kemudian dievakuasi ke puskesmas setempat.

Tragedi ini bukan kali pertama terjadi di Pantai Mandiri Sejati. Tiga bulan sebelumnya, pada awal Januari 2026, seorang warga Lampung Utara, Rizal Wahyudi (30), juga kehilangan nyawa di lokasi yang sama setelah dilaporkan hilang saat berenang. Jenazahnya ditemukan sekitar 15 mil laut dari titik awal kejadian.

Bahkan, pada tahun 2024, perairan tersebut telah merenggut sedikitnya dua korban jiwa, termasuk seorang pelajar yang tenggelam saat berenang.
Rangkaian peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keindahan pantai juga menyimpan potensi bahaya. Basarnas mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk selalu waspada.

“Utamakan keselamatan, perhatikan kondisi cuaca, dan jangan berenang terlalu jauh dari bibir pantai,” imbau petugas. Duka yang datang berulang di tempat yang sama seakan menjadi pesan sunyi: laut tak pernah bisa dianggap remeh. (HBM)