LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Ribuan petani mandiri dan buruh tebang PT PSMI akhirnya membatalkan rencana aksi besar-besaran terkait pemblokiran dana perusahaan untuk pembelian tebu, operasional panen, serta gaji karyawan. Kejati Lampung telah membuka pemblokirannya.
Rabu malam (8/4/2026), Aliansi Petani Tebu PSMI Lampung dan Sumatera Selatan, didampingi Kapolres Way Kanan dan Kasat Intel OKU Timur, Sumatera Selatan, menyatakan aksi yang direncanakan hari ini, Kamis (9/4/2026), dibatalkan karena kegiatan tebang giling tebu dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Mereka mengucapkan terima kasih kepada Kejati Lampung yang telah memberikan kesempatan kepada para petani untuk melanjutkan aktivitas tebang pilih, yang jadwalnya seharusnya telah dimulai sejak Senin (6/4/2026).
Baca juga: Blokir Rekening dan Segel PSMI, Kejati “Kebiri” Hak Ribuan Rakyat
Baca juga: Rekening PSMI Diblokir Kejati Lampung, Bumi Waykanan Membara
Baca juga: Rekening PSMI Diblokir Kejati, Ribuan Karyawan Bak Semut Mati di Lumbung Gula
Baca juga: Sikap Apindo soal PSMI: Hukum Tegak, Roda Ekonomi Tak Boleh Runtuh
Ketua Aliansi Petani Tebu Mandiri PT PSMI Lampung–Sumsel, Tartono, mengatakan ribuan petani tebu serta para buruh tebang sebelumnya telah bersiap untuk aksi. “Tinggal pencet bel, tapi pukul 21.00 WIB, rekening PSMI dibuka,” ujarnya, disaksikan sekitar 130 petani di rumah Jamburi, Negeri Batin.
Ia menambahkan, Direktur PT PSMI Meizikri Bahtiar juga menyampaikan hal serupa. “Kami selaku petani dan buruh mengucapkan ribuan terima kasih kepada Kejati Lampung. Tanpa harus membawa massa besar, aspirasi kami akhirnya direspons dengan baik,” katanya.
Sebelumnya, akibat pemblokiran dana PT PSMI, “Bumi Way Kanan” sempat memanas. Ribuan petani mandiri dan pekerja PT PSMI resah. Para karyawan belum menerima gaji hingga memasuki bulan kedua, bahkan ada yang mencapai tiga bulan.
Selain itu, kegiatan tebang giling terancam gagal, yang dapat berdampak pada kehidupan belasan ribu petani mandiri dan keluarganya yang bergantung pada sekitar 9.000 hektare kebun tebu, serta ribuan pekerja PT PSMI yang menggarap sekitar 6.000 hektare lahan perkebunan. (HBM)
