Helo Indonesia

Indonesia Raya Getarkan Ghent, Kejutan Haru di Pembukaan FOODSIM2026 Belgia

Kamis, 16 April 2026 15:23
    Bagikan  
Indonesia Raya Getarkan Ghent, Kejutan Haru di Pembukaan FOODSIM2026 Belgia

Delegasi USM Prof Rohadi saat mempresentasikan makalah di ajang FOODSIM2026 Belgia. Para delegasi berpose bersama

GHENT, HELOINDONESIA.COM - Lagu Indonesia Raya berkumandang pada pembukaan International Conference, 14th Biennial International Conference on Food Simulation (FOODSIM’2026), 15–17 April 2026 di KU Leuven – Campus Ghent, Ghent, Belgia, yang berlangsung di ruang L 226.

Suasana haru ketika Koordinator Konsorsium Erasmus Plus Indonesia, Prof Jan FM Van Impe, membawakan lagu Indonesia Raya secara instrumentalia dengan piano, saat itu pun sembilan  orang delegasi Indonesia yang hadir pada pembukaan seminar internasional bidang pangan berdiri seraya bersenandung mengiringinya.

Tepuk tanganpun terdengar dari hampir 80 peserta seminar internasional usai lagu Kebangsaan Indonesia selesai dinyanyikan.

Delegasi dari Universitas Semarang (USM) Prof Dr Ir Rohadi MP mengatakan, pada hari pertama seminar sebanyak 25 makalah hasil riset dipresentasikan, satu di antaranya sebagai keynote  yang dibawakan Emmanuel Bernuau dari Departement of Food Engineering Universitas Ankara Turki.

findas

Pada hari pertama seminar, tiga peserta dari Indonesia mempresentasikan makalahnya, yakni Muhammad Yusuf SSTPi MSi PhD dari Unimus, Prof Dr Ir Rohadi MP dari USM dan Dr Ir Enny Purwati Nurlaili MP dari Untag Semarang.

''Tidak sebagaimana pelaksanaan seminar di Indonesia yang dipenuhi sambutan dengan disertai beragam bentuk budaya, pada acara pembukaan seminar internasional yang bertajuk 14th Biennial International Conference on Food Simulation (FOODSIM’2026), hanya diisi sambutan selamat datang dari ketua penyelenggara, Prof. Jan sekaligus yang bersangkutan membawakan dua buah lagu yakni Lagu Nasional European Anthem dan lagu Indonesia Raya secara instrumentalia piano,'' katanya.

60 Naskah

Seminar yang akan berakhir pada Jumat (17/4) itu, menyajikan 60 naskah oleh pemakalah dari berbagai kampus dan lembaga riset di Eropa antara lain KU Leuven Kampus Gent Belgia, Universitas Ankara Turki, Universitas Bologna Italia, Universitas Wageningen Belanda, University College Dublin Irlandia, University of West Attica Yunani, University of Ioannina Yunani, Universite Paris-Saclay Perancis, JDE Peet’s R & D Utrecth Belanda, Universidad de Zaragoza Spanyol, University of Birmingham Inggris dan tentu kampus dari Indonesia.

''Pembeda lain adalah, pada saat pembukaan seminar, prosiding seminar sudah terbit, sehingga semua peserta memperolehnya. Sedangkan ketika seminar di Indonesia, prosiding seminar baru terbit beberapa bulan kemudian. Prosiding adalah buku resmi yang diterbitkan oleh sebuah penerbit ber_ISBN yang berisi kumpulan artikel dari peserta seminar,'' ungkap Prof Rohadi. (Aji)