Helo Indonesia

Balita Tewas Tenggelam di Kolam Hotel Bintang Empat, Eva Dwiana Geram: CCTV Rusak Jadi Sorotan

2 jam 6 menit lalu
    Bagikan  
Balita Tewas Tenggelam di Kolam Hotel Bintang Empat, Eva Dwiana Geram: CCTV Rusak Jadi Sorotan

Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM---- Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana soroti Balita perempuan berusia 4,3 tahun tenggelam di kolam renang di hotel bintang empat, Swiss Belhotel, Kecamatan Telukbetung Utara, Kota Bandarlampung.

Kekecewaannya karena pihak hotel diduga sempat mencoba merahasiakan, dengan berdalih bahwa fasilitas CCTV sedang mengalami kerusakan.

" Makanya bunda kecewa banget dengan peristiwa tersebut, bunda minta Dinas Pariwisata koordinasi dengan pihak terkait," katanya. Senin.( 4/5/2026).usai sambutan LKPJ di Gedung DPRD Kota Bandarlampung.

Menurutnya, belum lama ada juga kejadian seperti ini, kita minta tutup,nah ini kan ada lagi kejadiannya, harusnya setiap wisata baik alam maupun hotel memiliki alat pengaman dan penjagaan .

Ia menegaskan agar pengawasan internal pihak hotek diperketat karena dengan kejadian tersebut di khawatirkan dapat mengurangi tamu juga, termasuk mengaktifkan CCTV, karena itu penting bila terjadi hal-hal seperti kecelakaan maupun peristiwa yang lainnya.

Hotel bintang empat Swiss-Belhotel Bandarlampung diduga mengabaikan keselamatan dan tak kooperatif saat terjadinya musibah balita tewas tenggelam di kolam renang untuk orang dewasa.
Dikonfirmasi Heloindonesia.com, Minggu (2/5/2026) malam, Gani, manager F&B Swiss Bell Hotel, mengatakan,"Saya tidak tahu, untuk saat ini, pihak hotel belum bisa memberikan informasi."
Katanya, nanti akan ada tim sendiri yang memberikan penjelasan terkait tewasnya balita wanita usia 4,3 tahun asal Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, Jumat (1/5/2026), pukul 07.15 WIB.

Saat kejadian, pihak hotel diduga sempat mencoba merahasiakan kejadian ini dari pihak berwenang. Bhabinkamtibmas (Bhabin).

Pihak kelurahan tidak mendapatkan laporan dari manajemen hotel.

Informasi yang diperoleh media ini, Bhabin baru mengetahui musibah tersebut setelah paman korban yang kebetulan sejawataanya di Polresata Bandarlampung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

"Bhabin baru tahu setelah paman korban yang anggota Polres datang ke sini. Awalnya pihak hotel terkesan bungkam dan merahasiakan kejadian tersebut," ujar sumber Heloindonesia.com.

Kabarnya juga petugas Inafis sempat mengalami kendala saat akan masuk lokasi untuk olah TKP. Setelah paman korban dari kepolisian protes keras barulah pihak manajemen bersedia mempersilahkan petugas melakukan olah TKP.

Saat dikonfirmasi mengenai rekaman pengawasan, pihak hotel berdalih bahwa fasilitas CCTV sedang mengalami kerusakan. "Baru setelah anggota datang, mereka mau cerita. Alasannya CCTV rusaklah, segala macam," ujar sumber Heloindonesia.com.

Camat Telukbetung Utara Zolahudin mengaku baru mengetahui adanya musibah tersebut sekitar pukul 12.00 WIB, empat jam setelah kejadian. Ia menyayangkan ketiadaan laporan cepat dari pihak hotel kepada perangkat daerah maupun Bhabinkamtibmas.

"Aduh kacau, kenapa pas kejadian enggak ada laporan ke kita. Pihak Kelurahan tidak dikasih tahu, Bhabin tidak tahu," sesal Camat. Korban adalah warga Kotabumi yang sedang menginap bersama keluarganya di hotel tersebut. 
Hingga saat ini, pihak berwenang masih mendalami motif di balik dugaan penutupan informasi oleh pihak hotel, serta memeriksa Standard Operating Procedure (SOP) pengamanan kolam renang di hotel bintang empat tersebut. (Hajim).