Helo Indonesia

Oknum RK di Tubaba Diduga Potong Bantuan PKH, Warga Tunjukkan Bukti

45 menit lalu
    Bagikan  
Oknum RK di Tubaba Diduga Potong Bantuan PKH, Warga Tunjukkan Bukti

Foto ilustrasi

LAMPUNG,  HELOINDONESIA.COM----
Dugaan pemotongan dana bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) kembali mencuat di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Lampung.

Seorang Rukun Kampung (RK) berinisial MJ di Tiyuh (Desa) Pulung Kencana, Kecamatan Tulangbawang Tengah (TBT), diduga melakukan pemotongan dana bantuan PKH milik sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Kasus ini mulai menjadi sorotan masyarakat setelah sejumlah warga mengeluhkan bantuan yang mereka terima tidak utuh sesuai nominal pencairan yang seharusnya diterima dari pemerintah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan pemotongan dilakukan dengan nominal tertentu terhadap para penerima bantuan. Namun hingga kini, belum diketahui secara pasti alasan maupun dasar mekanisme pemotongan tersebut.

Salah satu penerima manfaat PKH, Peraitno, warga RK 3 Tiyuh Pulung Kencana, mengaku dirinya menjadi salah satu korban pemotongan bantuan tersebut.

Saat dikonfirmasi pada Jumat (22/05/2026), Peraitno membenarkan adanya pemotongan dana PKH yang diduga dilakukan oleh pihak RK.

“Benar mas, ada pemotongan PKH sebesar Rp30 ribu. Yang melakukan pemotongan itu istri dari RK tersebut, seharusnya saya menerima sebesar Rp,600 ribu tapi itu tidak karena sudah dipotong, dengan alasan yang tidak jelas,” ujar Peraitno.

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya bukan satu-satunya warga yang mengalami pemotongan bantuan.“Bukan saya sendiri yang dipotong, tetangga saya juga kena potong. Saya ada buktinya,” katanya.

Lebih lanjut, Peraitno mengaku selama ini kartu ATM dan buku rekening penerima bantuan juga dipegang oleh pihak RK.
Para penerima manfaat, kata dia, hanya menerima uang hasil pencairan tanpa diberikan akses langsung terhadap rekening bantuan mereka.

“ATM dan buku rekening dipegang RK. Kami hanya menerima uang saja. Saat saya meminta ATM dan buku rekening, tidak diberikan,” ungkapnya.

Dugaan praktik tersebut kini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Warga berharap pihak terkait, mulai dari pemerintah tiyuh hingga aparat penegak hukum, segera turun tangan untuk melakukan penelusuran agar penyaluran bantuan sosial tepat sasaran dan tidak merugikan masyarakat kecil.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak RK berinisial MJ belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pemotongan dana PKH tersebut.

(Rohman).