LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM ---- Pemerintah Kota Bandarlampung melakukan pembongkaran plat deker pada saluran drainase di Jalan R.E.Martadinata, Telukbetung Timur, yang mengalami ambles sebagai upaya mengatasi genangan dan memperlancar aliran air.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi Wali Kota Bandarlampung terkait pembenahan infrastruktur drainase di sejumlah titik.
Dalam keterangannya, pihak pelaksana menjelaskan bahwa plat deker yang ambles menyebabkan aliran air menuju sungai terhambat sehingga perlu segera ditangani.
"Sesuai instruksi Wali Kota Bandarlampung terkait pembenahan dan perbaikan drainase, kami berinisiatif membongkar plat deker yang amblas karena menghambat arus air menuju sungai," ujar Camat TBT Bambang.
" Sebelum pelaksanaan pembongkaran, pihaknya terlebih dahulu berkoordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Kota Bandarlampung untuk memperoleh izin pembongkaran pondasi drainase tersebut," katanya.
"Alhamdulillah, saat ini sudah bisa dibongkar dan air sudah dapat mengalir dengan normal," terang Bambang.
Ia mengakui, sebelum dilakukan pembongkaran, aliran air memang tersumbat sehingga hanya mengalir ke satu arah, yakni menuju kawasan Gunung Pala. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memperparah genangan saat hujan deras.
"Selama ini air memang mampet dan hanya mengalir ke satu arah, ke Gunung Pala. Dengan dibongkarnya plat deker ini, saat hujan air bisa terbagi ke dua jalur sehingga alirannya menjadi lebih lancar," jelasnya.
Pemerintah berharap perbaikan drainase tersebut dapat mengurangi potensi genangan maupun banjir di kawasan sekitar, terutama saat curah hujan tinggi. Selain itu, pembenahan infrastruktur drainase akan terus dilakukan secara bertahap di sejumlah titik yang dinilai menjadi penyebab terganggunya aliran air.
Sementara Tim Satuan Tugas (Satgas) Kota Bandarlampung terus melakukan normalisasi drainase sebagai langkah mengantisipasi potensi banjir dan genangan di sejumlah titik. Salah satu kegiatan berlangsung di Jalan R.E. Martadinata dan telah dikerjakan selama lima hari sejak Rabu pekan lalu.
" Kegiatan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Wali Kota Bandarlampung untuk mempercepat penanganan saluran air yang mengalami penyumbatan akibat sedimentasi," ujar Anthony Irawan, Senin.(13/7/2026).di Jalan R.E.Martadinata.
Petugas Satgas mengatakan, normalisasi drainase difokuskan pada titik-titik yang berpotensi menimbulkan genangan saat hujan.
"Hari ini kami melakukan pembersihan drainase sepanjang kurang lebih 300 meter, mulai dari Jembatan R.E. Martadinata hingga kawasan permukiman dan tempat usaha warga. Saluran yang dibersihkan mengalami penyumbatan akibat sedimentasi sehingga perlu dinormalisasi agar aliran air kembali lancar," katanya.
Ia menjelaskan, kegiatan normalisasi drainase tidak hanya dilakukan di Jalan R.E. Martadinata. Hingga saat ini, Satgas telah melakukan pembersihan saluran di sebagian besar dari 20 kecamatan di Kota Bandarlampung.
Menurutnya, kegiatan tersebut akan terus dilaksanakan secara bertahap dengan memprioritaskan lokasi-lokasi yang sering mengalami genangan maupun penyumbatan saluran air.
" Pemerintah Kota Bandarlampung berharap normalisasi drainase yang dilakukan secara berkelanjutan mampu meminimalkan risiko banjir, memperlancar aliran air, serta memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat, khususnya saat curah hujan tinggi," tutup Anthony Irawan.( Hajim).
