Helo Indonesia

10 Mesin Chopper Siap Bantu Peternak Tubaba

53 menit lalu
    Bagikan  
10 Mesin Chopper Siap Bantu Peternak Tubaba

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Peternakan Tubaba, Yudi Hermawan, (foto Rohman)

TUBABA LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM----
Pemerintah Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Lampung, terus memperkuat ketahanan sektor peternakan menghadapi musim kemarau.

Melalui Dinas Peternakan, sebanyak 10 unit mesin pencacah pakan (chopper) akan disalurkan kepada kelompok peternak pada 2026 sebagai upaya menjamin ketersediaan pakan ternak sepanjang tahun.

Bantuan tersebut merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) yang difokuskan untuk meningkatkan kapasitas peternak dalam mengolah hijauan menjadi pakan fermentasi atau silase, sehingga tidak lagi bergantung pada ketersediaan rumput segar saat musim kemarau.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Peternakan Tubaba, Yudi Hermawan, mengatakan bantuan mesin pencacah pakan telah diberikan secara bertahap sejak 2023.

Pada tahun pertama disalurkan tiga unit, kemudian meningkat menjadi sembilan unit pada 2024, sembilan unit pada 2025, dan kembali bertambah 10 unit pada 2026.

"Sepuluh unit yang kami ajukan untuk tahun 2026 sudah mendapat persetujuan dari SMI dan dalam waktu dekat akan segera disalurkan kepada kelompok peternak di sembilan kecamatan. Khusus Kecamatan Tulang Bawang Udik akan menerima dua unit," kata Yudi saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/7/2026).

Menurutnya, mesin pencacah pakan menjadi salah satu solusi strategis dalam meningkatkan efisiensi usaha peternakan. Selain mempercepat proses pengolahan hijauan, alat tersebut memungkinkan peternak memproduksi silase sebagai cadangan pakan ketika rumput sulit diperoleh akibat musim kemarau.

Ia menegaskan, Dinas Peternakan tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memberikan pendampingan kepada kelompok penerima agar mesin dimanfaatkan secara optimal. Petugas lapangan secara rutin melakukan pemantauan sekaligus memberikan pelatihan mengenai teknik fermentasi pakan yang benar.

"Kami terus memonitor penggunaan alat di lapangan agar benar-benar dimanfaatkan sesuai tujuan. Pendampingan juga dilakukan supaya peternak memahami proses fermentasi pakan yang benar," ujarnya.

Yudi menambahkan, distribusi mesin pencacah pakan akan terus diperluas pada tahun-tahun mendatang. Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong lebih banyak peternak menerapkan sistem penyimpanan pakan melalui silase sehingga produktivitas ternak tetap terjaga meski menghadapi musim kemarau yang berkepanjangan.

"Kalau peternak sudah memiliki cadangan pakan hasil silase, mereka tidak lagi kesulitan mencari hijauan saat kemarau. Pekerjaan juga menjadi lebih ringan dibandingkan metode pencacahan secara manual," jelasnya.

Berdasarkan hasil evaluasi Dinas Peternakan Tubaba, hingga 2026 sekitar 50 persen kelompok penerima bantuan telah memanfaatkan mesin pencacah pakan yang didistribusikan pemerintah.

Pemanfaatan teknologi tersebut dinilai mulai memberikan dampak positif terhadap efisiensi usaha peternakan sekaligus memperkuat ketahanan pakan di daerah.

Dengan penambahan 10 unit mesin pada tahun ini, pemerintah daerah berharap semakin banyak peternak mampu membangun cadangan pakan secara mandiri, sehingga risiko penurunan produktivitas ternak akibat kekurangan hijauan saat musim kemarau dapat diminimalkan.
(Rohman)