Helo Indonesia

BKKBN Jateng Bentengi Siswa Sekolah Rakyat 45 Semarang dari Seks Bebas dan Stunting

59 menit lalu
    Bagikan  
=

= - Kaper BKKBN Jateng Rusman Efendi bersama peserta edukasi kesehatan reproduksi

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Langkah nyata dalam menyelamatkan masa depan generasi muda dari kelompok marjinal terus digelorakan. Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat membentengi para siswa Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 45 Kota Semarang melalui edukasi kesehatan reproduksi, di Semarang, Selasa 2 Juni 2026.

Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Jateng Ir Rusman Efendi, MM hadir dalam kesempatan tersebut untuk memberikan sambutan pembukaan sekaligus berdialog dengan para siswa. Rumah menjelaskan di depan 41 siswa setingkat SMA di SRT 45, bahwa Indonesia membutuhkan pemuda-pemudi yang berkualitas agar dapat meraih cita-cita Indonesia Emas 2045.


“Untuk mewujudkan generasi emas, maka negara hadir, salah satunya melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN dengan program Generasi berencana, karena masa-masa remaja ini adalah masa-masa pancaroba, masa-masa ingin mencoba-coba dan dipersimpangan jalan,''' beber Rusman.

Baca juga: Intip Akting Nirina Zubir Lebih Awal di Gala Premiere Jangan Buang Ibu Semarang

Para siswa SRT 45 dijelaskan oleh Kaper, tentang pentingnya menghindari tiga hal yang dapat membahayakan masa depan generasi muda, yakni Pernikahan Dini, Seks Bebas dan Narkoba. Pernikahan dini, kata kaper, merupakan salah satu penyebab terjadinya stunting.

Oleh karenanya, kegiatan kolaboransi antara BKKBN dengan Forum Genre ini penting untuk diikuti agar dengan pemahaman yang cukup, para remaja dapat menjaga dirinya dengan lebih cermat.

“Adik-adik harus betul-betul pahami tentang kesehatan reproduksi, bukan hanya berbicara mengenai kesehatan fisik semata tetapi juga bagaimana seseorang memahami dirinya, menjaga martabatnya, menghargai tubuhnya serta mampu mengambil keputusan yang baik atas masa depannya. Jangan membayangkan kesehatan reproduksi hanya dengan yang disebut dengan alat kelamin saja,” ucap Kaper seraya berpesan agar para siswa mempunyai kecerdasan yang seimbang antara kognitif, emosi, fisik dan spiritual.

Apresiasi

Kepala Sekolah Rakyat Terpadu 45 Semarang, Ridho Irwanto SPd memberi apresiasi dan berharap kegiatan ini dapat dilakukan secara masif agar kesehatan reproduksi selalu terjaga. Hal ini semakain mendesak, manakala pihaknya saat awal penerimaan siswa menemukan permasalahan mengenai kesehatan reproduksi pada anak didiknya.

“Di Sekolah rakyat butuh kolaborasi, seperti dengan BKKBN tentang kesehatan reproduksi. Harapannya juga di bidang kesehatan yang lain juga men-support kami karena sebuah edukasi itu harus dilakukan secara masif dan konsisten”, ucap Kepsek SRT 45.

Ridho juga menyatakan bahawa materi kokurikuler dan kegiatan yang tidak terlalu teoretis seperti kegiatan edukasi BKKBN ini membuat anak-anak suka dan lebih aktif. Sekolah Rakyat Terpadu 45 ini memiliki kapasitas sebanyak 50 siswa SMA dan 50 siswa SD yang berasal dari keluarga tidak mampu.

Mengelola siswa-siswi berlatar belakang kelompok marjinal, membuat Kepala Sekolah Ridho beserta 19 jajaran pengajar di sekolah tersebut harus pandai-pandai menyesuaikan diri dengan situasi, mendekatkan diri dengan murid dan juga memahami situasi tiap-tiap keluarga dari mana anak-anak itu berasal.

Baca juga: Tiramisu Latte, Kopi Penutup Sarapan Pagi dengan Sensasi Gurih, Manis, dan Creamy

Juara Duta GenRe Jawa Tengah 2025, Arya Fatikh Izzan Juweri dan Naura Ade' Putri dalam sesi edukasinya, berhasil menghapus sekat dengan para siswa SRT 45 untuk menciptakan ruang dialog yang setara. Melalui pemanfaatan alat edukasi yang dimilikinya, para siswa dapat lebih terbuka menyampaikan rasa penasarannya tentang kesehatan reproduksi.

Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah juga menggandeng dr. Agustin Dwi Rahmawati dari Puskesmas Tlogosasri Wetan untuk menjelaskan secara lebih terperinci mengenai substansi kesehatan reporduksi bagi para siswa SMA. Sementara itu, tak kalah menarik, di kelas yang diisi oleh 47 siswa SD bersama Chitra Sintarani SPd MPd Kepala Sekolah SD Sambiroto 2. Di kelas junior ini, Chitra mengajak para murid mengenali dirinya dengan cara interaktif yang begitu menyenangkan.

Sekolah Rakyat Terpadu 45 berlokasi di Kompleks Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Kota Semarang dan diresmikan operasionalnya pada 30 September 2025 silam. Disebut terpadu, karena sekolah ini mengakomodasi dua jenjang pendidikan yakni SD dan SMA. (Aji)