Helo Indonesia

Mimpi Adalah Kunci! Ubay Nidji Bakar Semangat Ribuan Maba di Puncak Masta Unimus

1 jam 3 menit lalu
    Bagikan  
Mimpi Adalah Kunci! Ubay Nidji Bakar Semangat Ribuan Maba di Puncak Masta Unimus

Ubay Nidji saat menghipnotis ribuan mahasiswa baru Unimus melalui tembang-tembang hitsnya

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Halaman parkir GKB 3 Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) mendadak bergemuruh pada Sabtu malam 19 September 2026.

Ribuan mahasiswa baru melebur dalam kemeriahan Malam Inaugurasi yang menjadi puncak penutupan Masa Ta’aruf (Masta) Unimus Tahun Akademik 2026/2027. Kemeriahan kian pecah saat band kenamaan asal Ibukota, Nidji, naik ke atas panggung sebagai guest star utama.

Grup musik yang kini digawangi oleh Ubay (vokal), Ariel & Rama (gitar), Andro (bass), Adri (drum), dan Randy (kibor) ini menggebrak panggung lewat tembang kenangan energik mereka, “Disco Lazy Time”, sebagai penanda dimulainya pesta penutupan.

Baca juga: Nusron Mundur dari Pengurus DPP Golkar, Terkuak Saat OTT ATR/BPN

Mengusung tema “Green Campus for Cultural Impact”, Malam Inaugurasi menjadi momentum istimewa bagi para mahasiswa baru untuk melepaskan penat usai menjalani rangkaian Masta sekaligus mempererat kebersamaan sebelum memasuki rutinitas perkuliahan.

Tak ragu memanjakan penonton, Nidji membawakan sederet lagu hits lintas generasi seperti Hapus Aku, Rahasia Hati, Biarlah, Kau dan Aku, Arti Sahabat, Sumpah Cinta dan Mati Ku, hingga lagu kebangsaan para pemimpi, Laskar Pelangi.

"Gimana rasanya jadi mahasiswa baru? Ada yang berasal dari Jawa Barat? Kalimantan? Dari Indonesia?" sapa Ubay di sela-sela penampilan, yang langsung disambut sorak riuh ribuan mahasiswa baru yang memadati area konser.

Pesan "Mimpi Adalah Kunci"
Sebelum naik panggung, Ubay menyempatkan diri berbincang dengan awak media dan mengungkapkan ikatan emosionalnya dengan lembaga pendidikan Muhammadiyah.

"Saya dulu pernah bersekolah juga di Muhammadiyah. Semoga banyak ilmu yang didapat. Kami di sini mencoba membuat teman-teman mahasiswa baru lebih semangat lagi. Kami bakar semangat mereka dengan lagu-lagu yang kami bawakan, termasuk Laskar Pelangi," tutur pemilik nama lengkap Muhammad Yusuf Nur Ubay tersebut.

Alumni Indonesian Idol season 2014 ini juga menyelipkan doa dan harapan mendalam bagi perjalanan akademik para mahasiswa baru Unimus.

“Karena mimpi itu adalah kunci, semoga teman-teman yang memulai mimpinya dari sini, di Unimus, bisa terwujud satu per satu. Semoga lancar dalam merakit masa depan dan cepat lulus,” kelakarnya disambut senyum bahagia para audiens.

Baca juga: 36 Tahun Humanika: dari Ruang Kritik ke Jejaring Solidaritas

Rangkaian puncak penutupan Masta sebenarnya telah berlangsung semarak sejak pagi hari melalui Semarak Kirab Budaya Mahasiswa Baru. Acara tersebut dibuka dan dilepas langsung oleh Wakil Rektor III Unimus, Prof Dr Eny Winaryati MPd.

Dalam penjelasannya, Prof Eny menyampaikan bahwa Malam Inaugurasi menjadi momen penting ketika mahasiswa baru telah resmi melepaskan seluruh atribut serta beban kegiatan Masta. Jika selama beberapa hari mereka cenderung pasif mendengarkan materi, kini saatnya mereka tampil mengekspresikan bakat dan potensinya dalam pentas seni.

Guna menguatkan pentingnya wadah ekspresi tersebut, Prof Eny mengutip pesan mendalam Al-Qur'an Surah Al-Isra' ayat 84:

“Qul kullun ya'malu 'alā syākilatih” - Setiap manusia yang lahir membawa bakat dan potensinya masing-masing.Hadirnya Nidji sebagai idola anak muda, tegas Prof Eny, memang telah menjadi tradisi Unimus untuk menyambut mahasiswa baru dengan penuh kehangatan.

“Ini memang menjadi tradisi kami di Unimus untuk menjadikan Masta benar-benar menjadi malam keakraban bagi mahasiswa-mahasiswa baru Unimus dengan kehidupan kampus,” terangnya.

Tidak hanya menjadi ajang hiburan semata, Malam Inaugurasi juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada sejumlah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Unimus yang berprestasi.

“Memang anak muda itu butuh perhatian, butuh disemangati. Dengan adanya apresiasi seperti ini, Unimus berharap para mahasiswa makin bersemangat lagi untuk berkegiatan, terutama berorganisasi di kampus,” pungkas Prof. Eny. (Aji)