Helo Indonesia

Rektor ITERA Ikut Mencari Mahasiswa KKN Hilang Terseret Ombak Pesibar

Annisa Egaleonita - Nasional -> Peristiwa
Kamis, 6 Juli 2023 08:14
    Bagikan  
Rektor ITERA pakai rompi sedang bersama Kapolres, TNI dan warga di lokasi semalam

Rektor ITERA pakai rompi sedang bersama Kapolres, TNI dan warga di lokasi semalam - (Foto ITERA/Helo Indonesia Lampung)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -  Rektor ITERA Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha ikut memantau pencarian mahasiswa KKN ITERA hilang terseret ombak di Pantai Pekon Kerbang Dalam, Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, Rabu (5/7/2023), pukul 16.00 WIB.

Hingga Rabu malam (5/7/2023), Rektor ITERA, masih terus berkoordinasi bersama tim pencarian di lokasi kejadian. ITERA melalui Panitia KKN juga telah berkoordinasi dengan pihak keluarga mahasiswa dan memfasilitasi pihak keluarga menuju lokasi kejadian.

Dari relis yang diterima Helo Indonesia Lampung, Kamis (6/7/2023), ITERA juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah setempat, BPBD, SAR, serta aparatur TNI dan Kepolisian untuk mengupayakan pencarian mahasiswa tersebut.

Rektor ITERA Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha, mengajak seluruh sivitas akademika ITERA, dan masyarakat, untuk turut mendoakan agar proses pencarian berjalan mudah dan lancar, dan berharap Herry dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.

Baca juga: Siti Atikoh Ganjar Gencarkan Gerakan Makan Bersama Keluarga

Diceritakan Rudi, kronologi musibah yang dialami Herry Isai Pangihutan Tobing, berawal saat dirinya bersama dua teman mahasiswa KKN ITERA bermain bola bersama anak-anak pekon setempat di pinggiran Pantai Kerbang Dalam.

Setelah bermain bola, ketiga mahasiswa membersihkan badan, di pinggiran pantai. Namun tiba-tiba ada ombak besar datang, dan Herry terseret ombak. Kedua teman sempat berupaya menolong, akan tetapi tidak dapat dijangkau.

Sebagai informasi sebelum menerjunkan mahasiswa KKN di Kabupaten Pesisir Barat, panitia KKN ITERA sejak awal sebelum pemberangkatan, telah memberikan pembekalan, termasuk pengetahuan keamanan dan keselamatan diri di lokasi KKN, juga peringatan dari warga setempat di lokasi KKN, terkait potensi bahaya laut yang peru diantisipasi. (HBM)