SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Semangat melestarikan budaya dan olahraga jadul terus membara. Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Kota Semarang resmi mengirimkan 20 penggiat sepeda tua untuk memboyong onthel kesayangan mereka ke ajang berkelas dunia, Festival Internasional Ngonthel Bareng bertajuk "Bumi Jenggolo 3" (BJ3).
Event akbar ini dipusatkan di Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, mulai 31 Oktober hingga 1 November 2026.
Baca juga: Runtuhkan Takhta Tuan Rumah, Sukoharjo Juara Umum Tinju Porprov 2026 dengan 4 Emas
Keberangkatan 20 onthelis dari berbagai pegiat komunitas di bawah naungan KOSTI Semarang ini bukan sekadar ajang berkumpul biasa. Selain menyemarakkan ulang tahun KOSTI Sidoarjo, mereka mengusung misi besar mempromosikan sport tourism (wisata olahraga) khas Nusantara.
"Rombongan KOSTI Semarang berangkat menuju Sidoarjo pada Sabtu (31/10/2026) dengan membawa sepeda onthel menggunakan truk. Kami ingin ikut meramaikan sekaligus memeriahkan festival sepeda tua berskala internasional ini," kata Ketua KOSTI Kota Semarang, Patih Suwondo, dalam rilisnya Kamis 29 Oktober 2026.
Patih yang akrab disapa Wondo menjelaskan bahwa rombongannya dijadwalkan turun langsung dalam ajang Pawai Akbar. Ia ingin menegaskan pesan bahwa sepeda onthel bukan sekadar moda transportasi masa lalu yang berdebu, melainkan bagian dari identitas dan warisan budaya yang tetap relevan serta hidup di era modern.
"Melalui festival BJ3, para penggemar sepeda tua tidak hanya berkesempatan mengikuti perlombaan dan pawai, tetapi juga memperluas jaringan persahabatan, melestarikan budaya bersepeda, serta mendukung pengembangan wisata olahraga di Indonesia," jelas Patih.
Gaet Komunitas Asia Pasifik
Festival BJ3 diprediksi bakal memutihkan Sidoarjo dengan kehadiran sekitar 10.000 onthelis dari seluruh penjuru Tanah Air hingga kawasan Asia Pasifik. Komunitas dari berbagai negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, Jepang, India, Tiongkok, hingga Korea Selatan turut diundang dalam helatan besar ini.
Sekretaris KOSTI Kota Semarang, Abdul Sofjan, mengungkapkan bahwa timnya bahkan telah membangun komunikasi intensif dengan rekan-rekan pecinta sepeda tua dari Malaysia.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap komunitas sepeda tua dari berbagai daerah dan negara dapat saling mengenal, berbagi pengalaman, serta memperkuat persaudaraan melalui hobi yang sama," tutur Abdul Sofjan. Menurutnya, obrolan seputar suka duka merawat hingga mencari sparepart sepeda tua selalu menjadi jembatan silaturahmi yang hangat.
Rangkaian acara festival ini dirancang padat dan menyuguhkan beragam daya tarik. Hari Pertama (Sabtu, 31/10/2026) diisi pembukaan festival diisi dengan berbagai kompetisi seru, mulai dari lomba beregu, kategori perorangan, hingga Karnaval Sepeda Tua.
Baca juga: Insiden di Arena Porprov Jateng: KONI Evaluasi Ketat SOP Keselamatan Atlet
Hari Kedua (Minggu, 1/11/2026) yang merupakan puncak acara diisi oleh Pawai Akbar Ngonthel Bareng. Ribuan peserta akan tampil all-out mengenakan busana gaya tempo dulu serta kostum bertema Pejuang '45.
Tak berhenti di situ, ajang ini juga memanjakan para kolektor lewat keberadaan Pasar Klitikan—surga bagi para pemburu suku cadang orisinal, aksesori kuno, hingga pernak-pernik langka sepeda antik. Deretan stan kuliner khas lokal dan bazar UMKM turut hadir menggerakkan roda ekonomi warga lokal.
Sebagai penutup kemeriahan, panitia juga menyiapkan tumpukan doorprize menggiurkan untuk para peserta, mulai dari sepeda onthel, alat elektronik rumah tangga seperti mesin cuci dan lemari es, hingga sepeda motor. (Aji)
