LAMPUNG,HELOINDONESIA.COM -- Polres Tanggamus ikut bergerilya memadamkan kebakaran kebun seluas 85,5 hektare sejak pekan lalu di Kecamatan Pugung. Hingga Rabu (18/10/2023), pukul 02.00 WIB, api masih berkobar di beberapa titik api.
Sorenya, Kata Kapolres Tanggamus AKBP Siswara Hadi Chandra, api sudah dapat dikuasai walau masih ada titik api di beberapa lokasi perkebunan. Pihaknya berusaha melokalisir titik-titik api. Kepolisian dan pihak terkait akan terus memantau lokasi.
Menurut AKBP Siswara Hadi Chandra, petugas gabungan yang terdiri dari TNI/Polri, BPBD, Damkar melakukan pemadaman dengan menggendong semprotan dan berjalan kaki serta mengendarai sepeda motor lantaran lokasi yang sulit dijangkau.
Baca juga: Hanura Lampung Kawal Ganjar-Mahfud ke KPU RI
"Akses menuju lokasi kebakaran tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat. Kendaraan Damkar stand by di dusun terdekat, sementara personel bergerak menggunakan motor dan berjalan kaki," katanya.
Menurut Sunarto, warga sekitar lokasi kebakaran, penyebab kebakaran lahan perkebunan itu lantaran cuaca panas yang ekstrim. "Penyebabnya memang cuaca panas ekstrim. Kebun cokelat kami juga terbakar," kata dia.
Saat kebakaran terjadi, warga langsung mendatangi lokasi bersama petugas gabungan untuk memadamkan api. "Kami sangat berterimakasih, polisi mau datang membantu memadamkan api. Ini dengan alat yang terbilang sederhana," katanya.
Kebakaran perkebunan tersebut sejak pekan lalu di Kecamatan Pugung, terutama di Pekon Gunung Kasih, Pedukuhan Sukamarnah, kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanggamus, Hamid Heriansyah Lubis.
Baca juga: IPW Desak Polda Tetapkan Pimpinan KPK sebagai Tersangka
"Sampai dengan saat ini luas lahan yang terbakar 85,5 hektare," terang Hamid H. Lubis yang juga Sekkab Tanggamus kepada Helo Indonesia Lampung, Rabu (18/10/2023). Rinciannya:
1. Sekitar 50 hektare pohon jambin,
2. Sekitar 20 hektare pohon kakao,
3. Sekitar 5 hektare pohon sengon.
4. Lahan seluas 10 hektare pohon albasia dan kayu putih milik perusahaan Surya Lampung di Pekon Gunung Tiga.
5. Kebun karet seluas 0,5 hektare di Pekon Banjar Agung Ilir.
Hamid Heriansyah Lubis telah meninjau langsung puluhan hektare lahan yang terbakar tersebut. Melihat kebakaran yang telah sepekan dan belum teratasi, dia menyatakan tanggap darurat bencana. "Posko Tanggap Darurat Bencananya di Balai Pekon Gunungkasih," ujarnya.
Koordinasi juga telah dilakukan ke BPBD Provinsi Lampung dan Korhutla. Dia juga sudah diminta tambahan bantuan empat unit armada pemadam kebakaran. Masyarakat juga mulai pagi ini melakukan gotong royong pemadaman menggunakan tangki sprayer secara bergantian.
Baca juga: Wali Kota Eva: Sterilisasi TPA Bakung, Tak Boleh Ada Gubuk Lagi
"BPBD Tanggamus tentukan piket di posko," pungkasnya.
Terpisah, Kepala Badan Pelaksana Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanggamus Ediyan M. Toha mengatakan, pagi ini sekitar pukul 08.00 WIB pihaknya akan menggelar rapat di lokasi dengan para pihak terkait.
Ini dilakukan untuk menentukan langkah langkah selanjutnya terkait pemadaman api dan agar tidak merembet ke pemukiman penduduk.
Sebelumnya kebakaran lahan belukar terjadi di Dusun Gunung Batu, Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Pugung, Tanggamus, Jumat (22/9/2023).
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIB di lahan PT Pola Marmer Kencana milik Sumarno. Saat itu ia melihat titik api di bagian bawah lokasi.
Api cepat menjalar ke bagian lain lahan tersebut. Warga berusaha melakukan pemadaman dengan membatasi api, menggunakan alat-alat seadanya. (Agus/Hadi Haryanto).