Korban Ledakan Mercon Ponorogo, Anak di Bawah Umur, Bupati Ponorogo Ajak Warganya Tinggalkan Aktivitas Bahayakan Nyawa

Kamis, 16 Mei 2024 05:23
Ledakan mercon di Desa Blembem, Jambon, Ponorogo tak hanya memakan korban luka para, juga merusak bangunan rumah. instagram @infoponorogo

HELOINDONESIA.COM - Korban ledakan mercon (petasan) di Desa Blembem, Jambon, Ponorogo diketahui seorang anak berinisial PA berusia 14 tahun.

PA diketahui warga Dusun Dukuh, Desa Blembem mengalami luka bakar lebih dari 12 persen khususnya di bagian muka dan bagian rambut mengalami luka bakar.

Pasca ledakan korban langsung dilarikan ke RSYD dr Hardjono pada pukul 23:30 WIB dengan kondisi luka parah namun masih sadarkan diri.

Baca juga: Geger Mercon Meledak Lagi di Ponorogo, Kini Tujuh Warga Harus Berurusan Dengan Polisi

Menurut dr Amanda Terry korban masih bisa diajak komunikasi meskipun merintih kesakitan, secara umum luka bakar disekujur tubuh.

Menurut dr Amanda luka bakar yang terjadi pada korban meliputi bagian wajah, sebagian kepala, lengan kanan dan bagian pinggang kanan atau lebih dari 12 persen, kini kondisi korban sudah stabil.

Taknya menyebabkan luka serius, ledakan mercon juga menyeret sejumlah warga berurusan dengan petugas kepolisian Polres Ponorogo.

Menanggapi peristiwa ledakan beruntun petasan di wilayahnya, Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko mengaku prihatin dan mengajak warganya untuk meninggalkan aktivitas yang membahayakan nyawa.

Baca juga: Waduh! Polres Ponorogo Usut Kasus Ledakan Mercon Balon Udara di Desa Muneng Balong, yang Menyebabkan 4 Warga Luka

"Saya setengah satu dikabari pak Kapolres kejadian mercon di Jambon, saya prihatin. Sudahlah, yang madharat-madharat jangan dilakukan karena itu taruhannya nyawa," ucap Sugiri kepada wartawan di Ponorogo, Rabu (15/5/2024) usai melepas keberangkatan jamah haji Ponorogo.

Sugiri menyatakan, bahwa yang disebut sebagai kebanggaan dari aktivitas yang membahayakan nyawa banyak orang adalah sesuatu yang semu.

”Dan kebanggaannya hanya seketika itu kan. Cuma dor sebentar, kalau ada korban begini siapa yang rugi,” ujarnya.

Baca juga: Kapokmu Kapan! Korban Ledakan Balon Udara di Muneng Ponorogo Luka Bakar di Sekitar Alat Vital

Orang nomor satu di Ponorogo itu kembali mengingatkan alasan pelarangan menerbangkan balon udara apalagi yang disertai dengan petasan, pelarangan itu dikatakn Sugiri untuk keselamatan bersama.

“Sudah jelas mengapa balon dilarang. Selain mengganggu zona terbang ya seperti kejadian ini. Harus kita jadikan kaca benggala (introspeksi)bersama-sama. ” tegasnya.

Untuk itu pihaknya mengajak semua pihak menghentikan aktivitas menerbangkan balon udara dan petasan. Menurutnya bukan hanya tugas aparaat kepolisian atau pemerintah daerah melakukan penertiban namun menjadi tanggung jawab bersama.

Baca juga: Aksi Kriminal Dalam Sepekan di Ponorogo, Mulai Curi Uang Hingga Begal Payudara

“Mari bersama-sama kita lakukan penyadaran. Ayolah kita hijrah, berfikir dan merenung, apa yang kita cari sesungguhnya. Ini tugas kita bersama,” pesan Sugiri.

Diketahui ledakan desa Blembem Selasa tengah malam, berasal dari aktivitas tujuh remaja laki-laki yang sedang meracik mercon di rumah Lasemi.

Rencananya mercon-mercon itu akan mereka nyalakan bersamaan dengan menerbangkan balon udara bekas, yang baru mereka temukan.

Baca juga: Identitas Pengendara Mobil Terbakar Ponorogo Sudah Diketahui, Warga Simo Ponorogo dan Pandeglang Banten

Namun malang, mereka meracik mercon sambil merokok. Tak ayal, percikan api puntung rokok dari salah seorang mereka terkena mercon, dan sontak menyulut ledakan.

Peristiwa tersebut langsung didalami oleh Satreskrim Polres Ponorogo dengan memintai keterangan keenam pelaku atau korban selamat.

Polisi telah mengamankan seluruh barang bukti, mulai ari balon udara, selongsong mercon, bubuk mesiu, sendok takar hingga lakban. **

Berita Terkini