LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Sebanyak 1200 lebih petani singkong dari Mesuji tiba duluan di Lapangan Korpri Pemprov Lampung, depan DPRD Lampung, Senin (13/1/2025). Mereka menunaikan janjinya walau paling jauh tapi paling duluan sampai di titik aksi.
Dikoordinir Ketua Persatuan Petani Ubi Kayu (PPUKI) Mesuji Kadek Kastiawan, mereka berangkat naik 20 truk dan 25 mobil pribadi dari Kabupaten Mesuji pada pukul 04.00 WIB dan tiba sekira pukul 08.00 WIB di Lapangan Korpri Pemprov Lampung.
Baca juga: Petani Singkong Demo Besar-Besaran, Warning Ketua PPUKI ke Peserta Aksi
Mereka menunggu petani singkong dari Kabupaten Tulangbawang Barat, Tulangbawang, Lampung Utara, Lampung Tengah, dan Waykanan yang rencana akan aksi pada pukul 10.00 WIB di depan Gedung DPRD dan Pemprov Lampung.
Sejak tiba, iringan petani singkong terlihat tertib memasuki Lapangan Korpri. Mereka juga tampak menjaga diri masing-masing sesuai pesan Ketua PPUKI Dasrul sehari sebelumnya agar para peserta aksi menghindari anarkisme dalam aksi.
Baca juga: Harga Singkong Tak Kunjung Naik, Besok Ribuan Petani Serbu Pemprov-DPRD Lampung
Sebelumnya, PPKI kabupaten telah testimoni mengatakan rencana aksi ini. Kesepatan harga 29 pengusaha tepung tapioka malah makin membuat sengsara petani singkong, kata Kadek Kastiawan, Jumat (03/01/2025).
Pabrik makin semena-mena menghargai pembelian singkong. Kesepakatan harga singkong Rp1.400/kg dengan rafaksi maksimal 15 persen sebatas di atas kertas. Kenyataannya di lapangan, jauh panggang dari api, katanya.
Padahal, Pj Gubernur Lampung Samsudin dan 29 pengusaha tepung tapioka sudah menandatangani kesepakatan harga singkong Rp1500 per kg dengan rafaksi 15 persen di Kantor Gubernur, Senin (23/12/2024). (Hajim)
-