Stop Kekerasan, Wartawan Kendal Gelar Aksi Teatrikal dan Sarasehan

Jumat, 14 Februari 2025 17:38
Aksi teatrikal wartawan Kendal di depan kantor bupati dalam memperingati HPN 2025. Foto: Anik

KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Bentuk protes terhadap segala bentuk kekerasan maupun intimidasi kepada, sejumlah awak media yang tergabung dalam Forum Wartawan Kendal menggelar teatrikal dengan tema stop kekerasan dan kriminalisasi terhadap wartawan.

Aksi yang digelar di Depan Kantor Bupati Kendal, Jumat 14 Februari 2025 ini merupakan rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 dan HUT ke-79 PWI di Kabupaten Kendal.

Selain itu juga digelar sarasehan dan pemotongan tumpeng di ruang Abdi Praja Kendal yang dihadiri oleh Pj Sekda Kendal, Agus Dwi Lestari, Kepala Diskominfo Kendal, Ardhi Prasetiyo, Kepala PT BPR BKK Kendal, Akhmad Mundolin dan Public Relations Biskuit Kokola Regional Jateng DIY, Afra Widyawiratih Arini.

Baca juga: Polemik MA dan Peradilan: Peran Humas Harus Lebih Sinergis dan Cerdas

Dalam aksi teaterikal terlihat salah seorang awak media diikat dan ditarik yang melambangkan intimidasi dan kekerasan yang kerap diterima wartawan saat di lapangan.

Koordinator aksi, Slamet Priyatin mengatakan, aksi digelar sebagai bentuk protes terhadap kekerasan maupun intimidasi yang masih sering dilakukan kepada wartawan saat meliput di lapangan.

"Wartawan itu bekerja sesuai undang-undang pers dan kode etik jurnalistik. Tetapi pada kenyataannya kita masih ada intimidasi terkait dengan beberapa tugas kami. Bahkan ada beberapa wartawan yang meninggal dunia karena dibunuh, dan ada juga yang diintimidasi seperti kameranya diminta, gambarnya disuruh dihapus," ujar Slamet Priyatin yang akrab disapa Lek Pri.

Sehingga, dia berharap melalui momentum HPN 2025 ini ke depan tidak ada lagi intimidasi maupun kekerasan terhadap awak media.

"Kita juga berharap awak media di Kabupaten Kendal semakin profesional dan bisa melaksanakan tugasnya tanpa adanya kekerasan dan intimidasi," harapnya.

Bakti Sosial

Ketua Umum Forwaken, Iswahyudi mengungkapkan, selain taterikal dan sarasehan, para awak media yang tergabung dalam Forwaken ini juga menggelar bakti sosial berupa penyaluran bantuan tali asih dan sembako dari BPR BKK Kendal dan Radik Jaya Kaliwungu, serta biskuit Kokola yang diberikan kepada anggota yang sakit dan terdampak bencana banjir.

"Rangkaian HPN hari ini kita ada aksi damai. Kemudian ada sarasehan dan pemberian tali asih serta sembako dan biskuit kepada wartawan yang sedang sakit dan juga kepada wartawan yang kemarin terdampak banjir," terangnya.

Baca juga: Rumah Sukondo Tak Lagi Berdinding Bambu: Terima Kasih Pak Gubernur, Lebaran Nanti Anak-anak Bisa Kumpul di Sini

Iswahyudi menegaskan bahwa wartawan bekerja dan menyajikan berita sesuai dengan fakta dan berdasarkan undang-undang pers serta kode etik jurnalistik. Sehingga diharapkan narasumber dapat memberikan ruang dan tidak melakukan intimidasi bahkan kekerasan kepada wartawan.

"Masyarakat harus tahu tupoksi wartawan, saat mengambil gambar juga tidak sembarangan. Sebab AJI (Aliansi Jurnalis Independen) merilis ada sebanyak 72 kasus wartawan yang mendapatkan kekerasan baik secara umum maupun khusus yang dilakukan oleh oknum TNI/Polri hingga intimidasi," ungkap Iswahyudi.

Sementara, Pj Sekda Kendal, Agus Dwi Lestari saat menghadiri acara sarasehan dab pemotongan tumpeng HPN ke-79 berharap, para awak media terus bersinegi dan membantu Pemerintah Kabupaten Kendal dalam menyebarluaskan informasi terkait pembangunan di Kabupaten Kendal.

"Kami harap insan pers ini bisa membantu kami. Wartawan harus bisa untuk bagaimana mengawasi dan menyampaikan informasi pemerintahan kepada masyarakan apapun itu," ujarnya.(Anik)

Berita Terkini