SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - SMP Karangturi Semarang menggandeng Lembaga Payung Jiwa Psikologi Center mengadakan kegiatan Mental Health Awareness dengan tema Anger Management di Ruang Dinamika Kelompok SMP, Selasa-Kamis, 20-22 Mei 2025.
Kegiatan yang diadakan untuk semua siswa kelas VIII berjumlah 187 siswa ini bertujuan membekali siswa agar mampu mengelola emosi dengan baik dan bisa menyalurkan emosi dengan hal-hal positif.
Baca juga: Daerah Pesisir Jadi Langganan Rob, Anggota Dewan Minta Bupati Kendal Cari Solusi
Adapun materi yang disampaikan oleh Veti Aristi Amalia MPsi Psikolog mengenai jenis-jenis emosi, penyebab emosi serta bagaimana cara mengelola emosi agar bisa terkontrol dan tidak meledak-ledak.
Sementara Widya Ayu SPsi MH sebagai founder Payung Jiwa Psikologi Center mengatakan bahwa Payung Jiwa sangat konsen dengan kesehatan mental anak-anak. Mengingat saat ini banyak sekali terjadi masalah di lingkungan anak-anak.
''Hal ini sangat memperihatinkan sekali dan butuh kepedulian kita bersama. Oleh karenanya kami selalu siap untuk memberikan edukasi maupun konseling berkaitan dengan kesehatan mental anak,'' kata Widya Ayu, Kamis 22 Mei 2025.
Menurut dia, pihaknya melakukan road show ke beberapa sekolah untuk melakukan edukasi tentang Mental Health Awareness. Dia mengaku senang, kegiatan di SMP Karangturi ini disambut dengan antusias oleh seluruh siswa yang mengikuti kegiatan tersebut.
Laurensia Nata SPsi selaku konselor kelas VIII SMP Karangturi mengatakan, adanya kegiatan ini merupakan kerjasama epik yang terakomodasi dalam kelas BK terlebih dalam menyongsong SAS semester 2 untuk membantu siswa menjadi lebih tenang.
''Diharapkan dari kelas ini siswa mendapatkan trigger dan afirmasi positif untuk dapat mengelola emosi yang muncul belakangan secara dominan,'' kata Laurensia.
Baca juga: Risiko di Balik Ukuran Celana Jeans: Fakta atau Sekadar Lelucon Menteri?
Dia menjelaskan, semua emosi itu valid dan memiliki arti dalam perjalanan remaja mencari jati dirinya termasuk emosi marah. Namun ketika emosi ini menjadi dominan tanpa arah dan pengelolaan yg baik akan membuat kondisi diri menjadi tidak stabil.
Mengingat bayaknya tantangan yang muncul bagi siswa kelas VIII, tandas dia, sekolah sebagai rumah kedua tidak ingin tinggal diam.
''Diharapkan semua siswa kelas VIII yang terlibat dalam kegiatan ini menjadi semakin matang secara emosi dan membangun lingkungan yang bisa saling peduli dan saling mendukung,'' harapnya. (Aji)