LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Bak pepatah, janji merpati tak pernah ingkar, hajat besar Ketua DPD Partai Demokrat Lampung 2022–2027 Dr Edy Irawan Arief berikhtiar bangun kantor permanen partai status hak milik telah kesampaian, habis Rp13 miliar.
Kendati janji pria produk Musda V Demokrat Lampung 25 Oktober 2021 silam ini terbujur sebagai janji politik elit politik kepada kader dan massa politik di forum politik entitas politik —yang dalam studi kasus elit politik Indonesia kerap mahfum diterpa cedera janji.
Akan tetapi, menilik dari keterangan pidato podium berikut keterangan pers Edy pada perhelatan Stadium Generale Sekjen DPP Partai Demokrat Dr Herman Khaeron dan Soft Opening Kantor DPD Partai Demokrat Lampung, Jl Cut Nyak Dien Nomor 20-64, Kelurahan Durian Payung, Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung, Minggu (15/6/2025).
"Waktu saya maju sebagai Ketua DPD, saya berjanji akan menyediakan kantor dan hari ini janji itu saya buktikan,” lugas Edy, bukan elit cedera janji, merincikan kantor DPD senilai Rp13 miliar meliputi lahan ber-SHM senilai NJOP Rp9 miliar miliknya berikut bangunan kantor bernilai total sementara Rp4 miliar.
Seolah membetulkan tanya umum "kantornya dimana" atawa "dimana kantornya", Edy juga bilang, kantor merupakan pusat aktivitas dari segala perencanaan dan gerak organisasi.
Semua poin: strategi, gagasan, kerja kolektif, dimulai dari kantor. "Kalau tidak ada kantor, itu bukan komitmen serius. Janji saya sudah saya tandatangani di atas materai,” tunai janji Edy.
Tanpa logistik maka pemenangan politik bisa terusik, bak koki politik Edy menyebut, kantor juga, yang akan jadi kekuatan pematangan strategi politik Partai Demokrat ke depan.
Pengingat, secara historis, "kantor" berakar etimologi dari asal kata Belanda dan Prancis. Disadur dari kata Belanda 'kantoor' (tempat yang digunakan rutin untuk jalankan korporasi atau bisnis), dari kata Prancis 'comptoir' (meja atau tempat transaksi bisnis).
Selain, Inggris: 'office', atau yang bermakna lebih luas: istilah Latin 'Officium' (merujuk tempat, posisi, pun gagasan tugas formal suatu organisasi), bermakna lebih strategis.
Notabene, orang nomor satu tubuh provinsi, parpol nasional peserta lima kali Pemilu sejak Pemilu 2004 nomor urut 14 dari 24 parpol peserta, Pemilu 2009 nomor urut 31 dari 38 parpol nasional peserta dan 2 parpol lokal Aceh peserta Pemilu pertama: Partai Aceh dan SIRA, Pemilu 2014 nomor urut 7 dari 12 parpol nasional dan 7 parpol lokal Aceh peserta, Pemilu 2019 nomor urut 14 dari 14 parpol nasional dan 4 parpol lokal Aceh peserta, Pemilu 2024 nomor urut dari 17 parpol nasional dan 6 parpol lokal Aceh peserta. Dengan prestasi: pemenang Pileg 2009 (20,85 persen), Pilpres 2004 dan 2009.
Di Lampung, pemenang Pilgub 2014.
Edy, mula dikenal akademisi, pernah Direktur Program Pascasarjana Magister Manajemen Universitas Bandar Lampung (UBL), Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai (USBRJ top Unisab), dan pendiri STIE Krakatau Bandarlampung; kakak dari mantan aktivis SMID-PRD dan Stafsus Presiden SBY Bidang Bantuan Sosial dan Penanggulangan Bencana 2009–2014 serta Wasekjen dan Ketua Bappilu DPP Partai Demokrat kini Komisaris PLN Andi Arief,
Tercatat dalam diari Demokrat, sebagai Ketua Partai Demokrat Lampung ke-5 setelah ketua pertama Dr Ir Atte Sugandi MM MH MBA era menjabat 2002–2005 (lalu selain anggota DPR/MPR 2004–2014 juga jadi Ketua Majelis Pertimbangan Partai Demokrat Lampung 2005–2008), ketua kedua Thomas Azis Riska 2005–2008, ketiga Zulkifli Anwar 2008–2010, lalu sempat dua Plt Ketua Eddy Sutrisno dan Pieter Cik Din, keempat M Ridho Ficardo 2014–2021, baru kelima Dr Edy Irawan Arief.
Dan usai sukses bareng KIM Plus baik utuh maupun sebagian, menangkan Pilkada 2024: Mirza-Jihan, Eva-Deddy, Egi-Syaiful, Nanda-Anton, Saleh-Agus, Parosil-Mad Hasnurin, Bambang-Rafiq, Ali-Ayu, Qudrotul-Hankam, Novriwan-Nadirsyah, Elfianah-Yugi, Ela-Azwar (keok di Pringsewu, Pesibar, Lamteng, Lampura).
Serta, antar tiga kader terlantik 2025–2030: Bupati Waykanan Ayu Asalasiyah, dan duet Walikota dan Wakil Walikota Metro Bambang Iman Santoso - Dr Muhammad Rafiq Perdana.
Persis pada tanggal pertengahan bulan pertengahan 2025 ini, bertambah satu lagi, tabungan prestasi politik seorang Edy Irawan Arief, di percaturan politik Lampung.
Alih-alih kantor resmi jadi aset partai via DPP. Wajar, mantan Ketua BPOKK DPP kini Sekjen DPP Partai Demokrat 2025–2030, Dr Herman Khaeron, pun sang Ketua Umum AHY, takzim.
Sebagaimana hadirin Soft Opening lainnya, mulai dari anggota DPR/MPR dapil Lampung I Zulkifli Anwar, Wagub Lampung Jihan Nurlela, Walikota Bandarlampung Eva Dwiana, juga Bupati Ayu Asalasiyah dan Walikota Bambang, selain Sekretaris dan Bendahara DPD, Midi Iswanto dan Yozi Rizal, berikut fungsionaris DPD dan 15 DPC serta aleg Fraksi. (Muzzamil)